Raih Penghargaan Adhi Bhakti Utama

623
PENGABDIAN : Wakil Ketua I Tim Penggerak PKK Provinsi Jawa Tengah, Sudarli Heru Sudjatmoko (kiri) usai menerima penghargaan Adhi Bhakti Utama (istimewa).
PENGABDIAN : Wakil Ketua I Tim Penggerak PKK Provinsi Jawa Tengah, Sudarli Heru Sudjatmoko (kiri) usai menerima penghargaan Adhi Bhakti Utama (istimewa).

SEMARANG – Wakil Ketua I Tim Penggerak PKK Provinsi Jawa Tengah Sudarli Heru Sudjatmoko meraih penghargaan Adhi Bhakti Utama. Penghargaan diserahkan Ibu Negara Iriana Joko Widodo pada Pembukaan Puncak Peringatan Hari Kesatuan Gerak PKK Ke-45 dan Jambore Nasional Kader PKK tahun 2017 di Hotel Mercure Jakarta, Senin (2/10).

Penghargaan Adhi Bhakti Utama diberikan kepada Sudarli yang telah mengabdi selama 35 tahun di PKK. Istri Wakil Gubernur Jawa Tengah Heru Sudjatmoko MSi mengawali pengabdiannya pada 1982 sebagai Ketua TP PKK Kecamatan Bobotsari. Pada 1987-1988, menjabat sebagai Ketua TP PKK Kecamatan Purbalingga.

Selanjutnya, pada 1988-1991 tercatat sebagai anggota Pokja IV TP PKK Kabupaten Purbalingga, 1991-1998 Ketua Pokja I TP PKK Kabupaten Purbalingga, 1998-2005 Wakil Ketua TP PKK Kabupaten Kudus, 2005-2010 Wakil Ketua TP PKK Kabupaten Purbalingga, 2010-2012 Ketua TP PKK Kabupaten Purbalingga. Pada 2013 sampai sekarang, Sudarli aktif sebagai Wakil Ketua TP PKK Provinsi Jawa Tengah.

Sudarli menyampaikan berkutat dengan persoalan di masyarakat, terutama menyangkut ibu-ibu, selalu membahagiakan. Apalagi, dengan 10 Program Pokok PKK yang bisa menyiapkan generasi hebat dan berkualitas untuk masa depan bangsa dan negara di tengah keluarga yang berketahanan. “Saya selalu merasa bangga, bahagia, dan senang kalau apa yang kita bicarakan tentang kehidupan dengan masyarakat, utamanya ibu-ibu,” bebernya.

Sepuluh Program Pokok PKK, mulai dari penghayatan dan pengamalan Pancasila, gotong royong, pangan, sandang, perumahan dan tata laksana rumah tangga, pendidikan dan ketrampilan, kesehatan, mengembangkan kehidupan berkoperasi, kelestarian lingkungan hidup, hingga perencanaan sehat, dinilainya masih terus relevan dalam kehidupan sekarang. Jika itu dilakukan, keluarga akan memiliki ketahanan yang kuat, dan bisa membentengi dari pengaruh negatif. Untuk itu, Sudarli tidak pernah berhenti mengajak para ibu dan keluarga untuk terus melaksanakan 10 Program Pokok PKK dalam keseharian.

Diakui, regenerasi kader PKK masih sulit. Belum banyak generasi muda yang mau aktif berkegiatan di PKK. Sehingga, dikhawatirkan dalam pelaksanaan program, PKK akan kehabisan kader. “Padahal yang paling kita harapkan adalah kader yang pinter dan kober, yang mau selalu membantu masyarakat supaya masyarakat pandai dan semakin sejahtera,” ungkap Sudarli.

Untuk menarik minat kader-kader muda, dia berharap PKK di tingkat kabupaten/kota dapat menyelenggarakan pelatihan kader dengan peserta kader baru. Tentu materi yang diberikan disesuaikan dengan kondisi kekinian. Di samping materi wajib mengenai PKK, bisa disisipi dengan kegiatan yang menarik anak muda.

“Misalnya, dengan kursus rias pengantin gratis, sampai dia benar-benar jadi, yang dibiayai oleh PKK. Atau bisa juga kegiatan lain yang bermanfaat bagi kader. Kalau sudah mulai tertarik dan masuk, kita tambahkan materi-materi yang kaitannya dengan 10 Program Pokok PKK,” tandasnya. (ric)