Soroti Pedagang Muntilan hingga Pembangunan Ruko di Lahan Hijau

Pandangan Umum Fraksi PAN DPRD Kabupaten Magelang tentang APBD P 2017

522
PANDANGAN FRAKSI: Suasana rapat paripurna DPRD Kabupaten Magelang (HUMAS DPRD KABUPATEN MAGELANG).
PANDANGAN FRAKSI: Suasana rapat paripurna DPRD Kabupaten Magelang (HUMAS DPRD KABUPATEN MAGELANG).

DPRD Kabupaten Magelang memberikan sejumlah catatan terhadap kinerja Pemkab Magelang, terutama jelang penetapan APBD Perubahan 2017. Termasuk, catatan dari Fraksi PAN DPRD Kabupaten Magelang yang menyoroti banyak hal.

KETUA Fraksi PAN, Achmad Sarwo Edi, menyoroti keluhan pedagang Pasar Muntilan yang sudah tidak mampu bertahan di pasar relokasi. Pedagang mengaku sudah semakin merugi dan tidak mau berjualan di pasar penampungan. Hasilnya, kata Achmad Sarwo Edi, kini banyak pedagang pasar yang kembali membuka lapak di lokasi pasar yang sedang dibangun. “Fraksi PAN kini melihat lokasi di sana semakin semrawut dan kumuh serta kotor,” kata Achmad Sarwo Edi. Untuk itu, dia berharap Pemkab tegas melakukan pembenahan.

Fraksi PAN juga berharap pembangunan pasar benar-benar diprioritaskan dan tidak membebani pedagang saat nantinya menempati. Selain itu, Fraksi PAN juga menyoroti masalah pembangunan rumah sakit tipe B di eks Pasar Hewan Blondo. Program pembangunan tersebut perlu disosialisaikan kepada masyarakat. “Meski sebenarnya F-PAN tidak sependapat dengan lokasi pembangunan, kita mendukung upaya percepatan pembangunan.”

Pembangunan RSUD ini, kata dia, juga diharapkan mampu memberikan peningkatan pelayanan kepada warga masyarakat Kabupaten Magelang. “Sampai sekarang, kita juga belum mengetahui progress report pembangunan rumah sakit itu.” Fraksi PAN juga mempertanyakan rencana Bupati Magelang memberikan dana stimulus ke desa-desa di Kabupaten Magelang. Sejauh ini, belum ada kepastian. “Dalam beberapa kali reses yang digelar oleh anggota F-PAN, banyak yang mempertanyakan hal itu.”

Fraksi PAN, lanjut Sekretaris Fraksi, Sonhaji, mengaku menerima masukan terkait pembangunan ruko di depan Akademi Militer di Jalan Sarwo Edi Wibowo, dekat Panca Arga. Lokasi tersebut masih berada di Kabupaten Magelang.

“Kita mempertanyakan izin pembangunan tersebut, karena berada di lokasi jaringan teknis irigasi dan lahan hijau. Di mana secara prosedural sangat sulit untuk didirikan bangunan. “Bagaimana status izin itu, kami meminta penjelasan.” Terkait postur APBD, Fraksi PAN memberikan apresiasi naiknya pendaptan sebesar Rp 29,5 miliar. F-PAN berharap, kenaikan ini terus dikejar pada tahun tahun mendatang. Sehingga dengan PAD itu, Pemkab Magelang mampu membiayai sendiri kebutuhan pembangunan.

“Hendaknya kenaikan PAD ini bukan dari usaha yang berdampak pada lingkungan. Di mana ujungnya adalah kerugian besar, dibandingkan pendapatan. seperti dari galian C.” Fraksi PAN juga mengapresiasi rencana Silpa yang mencapai Rp 0. Hal itu dinilai sebagai bentuk peningkatan program kerja. FPAN menunggu realisasi pelaksanaannya. “Sehingga ke depan WTP dapat diraih kembali.” Menurutnya, FPAN akan melakukan pencermatan terhadap Raperda APBD P 2017. Sehingga dia berharap APBD dapat memberikan manfaat kepada masyarakat secara luas. (adv)