Ditemukan oleh Alumnus SMA 1 Magelang

Melongok Varietas Inpago Unsoed-1

631
PANEN RAYA: Wali Kota Magelang Sigit Widyonindito ikut memanen padi varietas Inpago Unsoed-1 di Kiringan, Kota Magelang, kemarin (PUPUT PUSPITASARI/RADAR KEDU).
PANEN RAYA: Wali Kota Magelang Sigit Widyonindito ikut memanen padi varietas Inpago Unsoed-1 di Kiringan, Kota Magelang, kemarin (PUPUT PUSPITASARI/RADAR KEDU).

Padi varietas Inpago Unsoed-1 digadang-gadang jadi primadona baru para petani dan masyarakat umum Kota Magelang.

VARIETAS padi ini ditemukan oleh guru besar Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto, Totok Agung. Varietas padi jenis ini memiliki banyak kelebihan.

Inpago Unsoed-1 hasil persilangan padi sawah dengan padi mentik wangi, yang juga salah satu induknya. Disebut padi aromatik, karena saat dimasak, mengeluarkan bau wangi, dari mentik wangi.

Penyuluh Pertanian Muda, Dinas Pertanian dan Pangan (Disperpa) Kota Magelang, Among Wibowo menyebut, padi Ipago Unsoed-1 sangat tahan kekeringan, umur panen pendek, tahan hama, dan penyakit.

Varietas ini juga cocok dibudidayakan di lahan sawah, serta memiliki produktivitas tinggi lebih dari 8 ton gabah kering panen (GKP) per hektare (GPK/hektare). Potensi lain beras aromatik adalah sebagai sentra benih untuk mewujudkan visi Kota Magelang sebagai Kota Cerdas melalui Seed Center.

“Jika terus dikembangkan, akan jadi produk yang eksotik, punya kekhasan, mengingat Kota Magelang luas sawahnya sempit hanya tersisa 192 hektare bedasarkan database kartu tani,” kata Among, Sabtu (7/10) lalu, di sela panen raya padi aromatik di Kampung Kiringan, Kelurahan Tidar Utara, Kecamatan Magelang Selatan.

Dikatakan, masyarakat masih cukup mengidolakan beras IR 64. Namun, secara nasional, tinggal 15 persen petani yang menanam IR 64. Sisanya, 85 persen sudah menggunakan varietas baru. Seperti Inpari 31, Inpari 32, Inpari 33, Mekongga, dan Inpago Unsoed-1. di Kota Sejuta Bunga, Inpago Unsoed-1 sudah ditanam di Kelurahan Cacaban, Tidar Utara, dan Keramat Selatan.

“Hasil ubinan di Kelurahan Cacaban dengan varietas Inpago Unsoed-1 mencapai 8,1-9 ton GPK/hektare. Potensi hasil bisa mencapai 12-14 ton GPK/hektare.”

Wali Kota Magelang Sigit Widyonindito mendorong para petani untuk mengembangkan varietas padi Inpago Unsoed-1 yang ditemukan oleh alumnus SMA Negeri 1 Magelang. Dilihat dari keunggulan varietas ini, Sigit yakin bibit tersebut sangat menghasilkan.

“Ini sangat menginspirasi. Dengan lahan sempit tapi bisa dimaksimalkan. Manfaatkan bibit ini dengan baik. kita akan jadi penyangga pangan regional maupun nasional,” ungkap Sigit.

Pada 2017, target produksi padi sawah di Kota Magelang sebanyak 3.171,44 ton GPK/hektare, berasal dari target luas panen seluas 534 haktare/tahun dengan produktivitas 5,96 ton GPK/hektare. (put/isk)