Ratusan Bangunan Liar Dibongkar

664
SUDAH DIPERINGATKAN: Sebuah backhoe dikerahkan untuk membongkar bangunan liar yang berdiri di sempadan saluran air (Wahib pribadi/Jawa Pos Radar Semarang).
SUDAH DIPERINGATKAN: Sebuah backhoe dikerahkan untuk membongkar bangunan liar yang berdiri di sempadan saluran air (Wahib pribadi/Jawa Pos Radar Semarang).

DEMAK-Dinas Pekerjaan Umum, Sumberdaya Air dan Penataan Ruang Provinsi Jateng bersama aparat Satpol PP Pemkab Demak, Senin (9/10) membongkar ratusan bangunan liar di sempadan sungai. Tepatnya di tepi saluran D18 perbatasan Desa Mlilir, Kecamatan Kemiri, Kabupaten Grobogan dan Desa Kebonagung, Kecamatan Kebonagung, Kabupaten Demak. Petugas juga membongkar bangunan serupa yang ada di pinggir sempadan saluran yang masuk wilayah Desa Tlogosih dan Pilangwetan, Kecamatan Kebonagung.

Kepala Satpol PP Pemkab Demak Bambang Saptoro melalui Kabid Trantibum Lilik Handoyo mengatakan, ratusan bangunan yang ditertibkan tersebut telah menyalahi atau melanggar ketentuan yang diatur dalam Perda Provinsi Jateng Nomor 9 Tahun 2013 tentang garis sempadan sungai. “Kita dari Satpol PP sifatnya hanya mem-back up dinas dari provinsi untuk menertibkan bangunan yang melanggar sempadan ini,” katanya.

Pembongkaran ini dilakukan setelah sebelumnya beberapa melakukan kepada warga yang mendirikan bangunan tersebut. Selain memberitahukan kondisi bangunan yang tidak sesuai dengan aturan, sekaligus mengingatkan agar bangunan segera dibongkar sendiri. Setelah adanya sosialisasi, beberapa warga telah membongkar sendiri dan ada pula yang tetap membiarkan bangunan berdiri. Karena itu, petugas kemudian melakukan pembongkaran bangunan yang masih berdiri.

Bangunan ada yang permanen dan semipermanen. Bahkan, bangunan yang dibongkar diantaranya milik karyawan pengairan. Pembongkaran dilakukan karena tidak sesuai dengan gambar aslinya atau ada penambahan bangunan. Alat berat backhoe dikerahkan untuk membongkar bangunan-bangunan tersebut. Rencananya, pembongkaran berlangsung selama 2 hari, hingga hari ini.

Sekretaris Satpol PP Pemkab Demak Arief Sudaryanto menambahkan, bangunan yang dibongkar sebelumnya difungsikan sebagai kios untuk berjualan. “Karena ini bangunan liar, maka ditertibkan oleh provinsi. Kita membantu ikut mengawal di lapangan,” katanya.(hib/ton)