Lima Tanggul Sungai Bringin Rawan Jebol

523

SEMARANGSejumlah sungai di Kota Semarang sudah mendesak dilakukan normalisasi. Sayangnya, Pemkot Semarang tidak bisa berbuat banyak.  Sebab, normalisasi sungai tersebut bukan ranah Pemkot Semarang, seperti Sungai Plumbon dan Sungai Beringin.

Ketua Komisi C DPRD Kota Semarang, Kadarlusman, menerangkan, normalisasi sungai sudah sangat urgent dilakukan, khususnya di Sungai Beringin dan Sungai Plumbon. Dua sungai ini mengalami sedimentasi tinggi, bahkan setiap kali hujan deras mengguyur selalu meluap, hingga menggenangi ribuan rumah warga, termasuk Jalan Pantura Semarang- Kendal.

“Pemkot sendiri tidak bisa berbuat banyak, karena kewenangan normalisasi ada di BBWS Pemali –Juana,” katanya kepada Jawa Pos Radar Semarang, Selasa (10/10) kemarin.

Politisi PDIP ini menambahkan, dari pengamatan yang dilakukan, khusus di Sungai Beringin, ada sekitar 5 titik tanggul yang rawan jebol, yakni satu titik di wilayah RW 4 Kelurahan Mangkang Wetan, dua titik di RW 5 Kelurahan Mangkang Wetan, dan sisanya di RW 6 dan 7.

“Perbaikan tanggul jebol juga tidak bisa dilakukan, karena bukan ranah kami. Kami hanya bisa berkoordinasi dengan dinas terkait agar dilakukan penanganan darurat seperti pembuatan tanggul menggunakan branjang,” bebernya.

Padahal, lanjut dia, setiap terjadi banjir, warga selalu komplain kepada Pemkot Semarang. Namun karena sejak 2016 lalu, Sungai Beringin dan Plumbon dialihkan kewenangannya, pemerintah hanya bisa membantu secara darurat seperti bekoordinasid dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Damkar, dan Dinas Pekerjaan Umum  untuk membantu warga.

“Sungai Plumbon juga sangat vital, kalau meluap airnya langsung meluber ke Jalan Pantura hingga menyebabkan kemacetan. Kami harap dua sungai ini cepat dinormalisasi atau kami diberi kewenangan untuk melakukan normalisasi,” tuturnya.

Sebelumnya, Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali-Juana, Rubhan Ruzziatno, mengatakan, jika untuk mengatasi banjir bukanlah hal yang mudah. Pemecahan banjir harus dilakukan dari hulu hingga ke hilir. “Untuk mengentasikan banjir, konservasi sungai yang ada di hulu juga sangat penting dilakukan. Misalnya, proses resapan air harus ada. Kalau tidak ada, air akan langsung turun ke sungai hingga meluap,”katanya.

Ditanya terkait normalisasi Sungai Beringin, menurut dia, saat ini ada ada tiga sungai yang menjadi sorotan, yakni Banjir Kanal Barat (BKB), Banjir Kanal Timur (BKT), dan Kali Babon yang berbatasan dengan Demak.

Untuk BKT contohnya, saat ini sedang dilakukan normalisasi dengan dana kurang lebih Rp 500 miliar berupa pembuatan tanggul beton, normalisasi Kali Tenggang dan Kali Sringin agar wilayah Semarang bagian utara tidak lagi tergenang banjir.

“Kita lihat urgensinya dulu, BKT dianggap lebih vital. Khusus BKT, targetnya tahun 2019 bisa selesai, dan bisa terbebas dari banjir, urgensinya sangat tinggi karena punya banyak infastruktur yang sangat vital,” ujarnya.(den/aro)