TPA Jatibarang Jadi Pioner Pengelolaan Sampah

1846
KUNJUNGAN : Ketua Rombongan Kerja DPD RI Denty Eka Widi Pratiwi dan Wakil Wali Kota Semarang, Hevearita G Rahayu, saat berkunjung ke TPA Jatibarang kemarin (ISTIMEWA).
KUNJUNGAN : Ketua Rombongan Kerja DPD RI Denty Eka Widi Pratiwi dan Wakil Wali Kota Semarang, Hevearita G Rahayu, saat berkunjung ke TPA Jatibarang kemarin (ISTIMEWA).

SEMARANG – Komite II Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI yang melakukan kunjungan ke kerja ke tempat pembuangan akhir (TPA) Jatibarang, dalam rangka pengawasan dan pelaksanaan UU Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengolahan Sampah, menilai jika TPA tersebut akan menjadi pioner pengelolaan sampah.

Ketua Rombongan Kerja DPD-RI Denty Eka Widi Pratiwi setelah berkeliling di TPA Jatibarang bersama Wakil Wali kota Semarang, Hevearita G Rahayu mengatakan, jika tempat tersebut bisa menjadi contoh pengelolaan sampah, karena dikelola secara mandiri dan dapat menarik investor dari luar negeri, yakni Denmark, serta mampu menkonversi sampah menjadi tenaga listrik.

“Di sini terlihat peran serta masyarakat dalam pemilahan sampah setelah ada edukasi dari pemerintah setempat. Yakni, pemilahan antara sampah organik dan non organik,” katanya Selasa (10/10) kemarin.

Wakil Wali Kota Semarang, Hevearita G Rahayu, mengatakan, jika Semarang berkomitmen mewujudkan Semarang bersih dari sampah pada 2020 mendatang. Selain itu, di TPA Jatibarang sudah bekerja sama dengan PT Narpati. Rencananya, pada 23 Oktober mendatang akan diresmikan bantuan dari Dermark terkait projek pemanfaatan sampah yang bisa menghasilkan energi listrik.

“Sebelumnya, Pemkot Semarang juga sudah bekerja sama dengan PT Narpati. Dengan perusahaan dari swasta ini sampah TPA Jatibarang telah dikelola menjadi pupuk untuk tanaman,”ujarnya.

Pihaknya menargetkan pada 2018, proyek listrik bisa beroperasi dengan kapasitas kurang lebih mencapai 1,5 Mega Watt yang rencannya akan disalurkan ke rumah-rumah warga, Dengan adanya proyek tersebut, nantinya dilanjutkan secara nasional tentang Pembangkit Listrik Berbasis Sampah (PLTSa) 2016-2018 melalui pemanfaatan sampah menjadi energi listrik. “Kami ingin memacu untuk mempercepat PLTSa di Kota Semarang. Sehingga sampah ini tidak hanya dimanfaatkan untuk energi listrik tetapi juga residu yang bermanfaat,” harapnya.(den/aro)