Hadapi Penghujan, Pemprov Siapkan Rp 45 M

413

SEMARANG – Pemprov Jateng telah menganggarkan Rp 45 miliar dari dana tak terduga gubernur untuk penanganan bencana. Pasalnya, sepanjang Oktober ini diperkirakan bakal terjadi banyak bencana, terutama bajir dan tanah longsor.

Sebagai persiapan awal, Rp 480 juta akan dialokasikan untuk pengadaan logistik. Logistik itu didistribusikan ke seluruh posko bencana di kabupaten/kota di seluruh Jateng. Ketersediaan logistik awal ini terhitung penting. Sebab, ketika ada daerah yang diterjang bencana, bisa langsung didistribusikan secepat mungkin.

Kepala Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jateng, Sarwa Pramana menjelaskan, pihaknya sengaja sudah berjaga-jaga sejak Jateng memasuki musim penghujan. Apalagi dari prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Jateng, sepanjang Oktober ini wilayahnya bakal diguyur hujan ekstrem.

“Prediksinya cuaca ekstrem jadi ancaman banjir semakin besar. Apalagi kemarau kan banyak tanah yang merekah, itu berbahaya kalau terisi air hujan. Bisa jadi longsor,” terangnya, Rabu (11/10).

Rencananya, Jumat (13/10) besok, BPBD Jateng akan berkonsolidasi dengan BPBD kabupaten kota. Esoknya, Sabtu 14 Oktober, giliran BPBD berkoordinasi dengan Palang Merah Indonesia (PMI) se-Jateng. “Instruksi Pak Gub, kami harus petakan titik-titik bencana, menyebarkan peringatan, lokasi posko dan nomor kontak posko ke masyarakat. Kami juga siap keluarkan siaga darurat bencana atas rekomendasi BMKG,” paparnya.

Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo mebambahkan, saat ini Jateng tengah dilanda dua bencana kontras. Yakni kekeringan dan banjir. Dia mengaku masih melakukan droping air bersih di Jateng bagian utara. Sementara bagian selatan sudah muncul bencana banjir.

Dia pun meminta kepada seluruh warga Jateng untuk waspada terhadap bencana alam. Sebab, nyaris seluruh wilayah yang dilewati sungai besar, berpotensi terjadi banjir. “Kalau potensi longsor paling tinggi di Kedu. Semua daerah di sana bisa longsor sewaktu-waktu,” terangnya.

Karena itu, orang nomor satu di Jateng ini mengajak seluruh warganya mengenali fenomena alam di daerah masing-masing. Yakni menggunakan ilmu titen. “Kita punya kearifan lokal namanya ilmu titen. Misalnya kalau hujan turun lebih dari dua jam maka siap-siap mengungsi karena biasanya banjir besar akan datang,” katanya. (amh/zal)