Anggaran Rp 50 M Tak Mencukupi

Pembangunan Johar Cagar Budaya

542
MULAI DIBANGUN: Pembangunan Pasar Johar Cagar Budaya mulai dikerjakan dengan anggaran Rp 50 miliar (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG).
MULAI DIBANGUN: Pembangunan Pasar Johar Cagar Budaya mulai dikerjakan dengan anggaran Rp 50 miliar (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG).

SEMARANG – Proses pembangunan Pasar Johar Cagar Budaya saat ini sedang berjalan. Pembangunan ini untuk memperkuat struktur bangunan fisik bangunan cagar budaya tanpa mengubah bentuk aslinya. Anggaran yang digunakan dalam pembangunan ini senilai Rp 50 miliar berasal dari APBD Kota Semarang.

Sesuai dengan tingkat kerusakan akibat kebakaran yang hampir merata, anggaran Rp 50 miliar ini tidak mencukupi untuk mem-back up 100 persen. Bahkan masih jauh dari nilai kebutuhan. Atas kondisi tersebut, pembangunan Johar cagar budaya dipastikan tidak bisa selesai 2017, dan akan dilanjutkan 2018 mendatang.   Namun demikian, secara teknis, proses pembangunan Pasar Johar Cagar Budaya ini berjalan lancar.

“Pembangunan sudah dilakukan sesuai schedule dan tidak ada hambatan berarti. Tinggal jalan terus,” kata Kepala Dinas Tata Ruang Kota Semarang, Agus Riyanto, Jumat (13/10).

Dikatakannya, progres berjalan bagus dan tidak ada masalah. Secara fisik kerusakan bangunan akibat kebakaran cukup merata.  Pasca terjadi kebakaran beberapa waktu lalu, pengecekan struktur telah dilakukan. “Pengecekan sudah dilakukan, saat ini tinggal melakukan pengerjaan sesuai dengan hasil kajian,” terangnya didampingi Sekretaris Dinas Penataan Ruang (Distaru) Kota Semarang, M Irwansyah.

Irwansyah menjelaskan, mulai dari proses awal, desain hingga teknis pengerjaan telah dilakukan kajian dengan melibatkan para ahli. Di antaranya, Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB), pakar cagar budaya, pakar sejarah, arkeolog, pakar bangunan, arsitek dan seluruh elemen terkait dengan cagar budaya. Termasuk teknis pengerjaan bangunan gedung, telah melibatkan sejumlah elemen untuk melakukan kajian.

“Sebenarnya tingkat kerusakan akibat kebakaran tersebut hampir merata. Pembangunan di bangunan cagar budaya ini hanya memerkuat struktur. Tidak mengubah bentuk aslinya. Hal itu sesuai kesepakatan dalam proses perencanaan yang melibatkan sejumlah pihak terkait cagar budaya,” katanya.

Dia menjelaskan, pembangunan di Pasar Johar Cagar Budaya ini menggunakan anggaran APBD Pemkot Semarang 2017 senilai Rp 50 miliar. Sesuai rencana, nanti diteruskan dengan anggaran bantuan dari pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

“Ini pembangunan yang sudah jalan menggunakan APBD Pemkot Semarang. Anggaran Rp 50 miliar ini masih jauh dari kebutuhan anggaran yang dibutuhkan. Karena ini tahap awal, anggaran tersebut digunakan untuk kebutuhan teknis pembangunan mulai dari pemagaran, pembersihan lingkungan, dan pemasangan penyangga bangunan supaya tidak ambruk. Penguatan struktur mulai dari bawah, yakni pondasi,” bebernya.

Dilihat dari anggaran yang ada, lanjut Irwansyah, hingga akhir tahun ini, anggaran Rp 50 miliar ini tidak mencukupi untuk menyelesaikan pembangunan Pasar Johar Cagar Budaya hingga 100 persen. “Kekurangannya nanti dilanjutkan 2018. Mengenai anggaran nanti masih dibicarakan lebih lanjut. Kami berusaha mencarikan, rencana akan dibantu dari pemerintah pusat,” katanya.

Sedangkan untuk pembangunan di lahan eks Pasar Kanjengan dan Pasar Yaik Baru ditangani oleh Dinas Perdagangan Kota Semarang, dengan anggaran dari Kementerian Perdagangan. “Kami hanya menangani pelaksanaan fisik di Pasar Johar Bangunan Cagar Budaya. Eks Kanjengan dan Pasar Yaik Baru ditangani oleh Dinas Perdagangan Kota Semarang. Tetapi secara perencanaan desain seluruhnya dilakukan oleh Dinas Tata Ruang Kota Semarang,” ujarnya.

Sekretaris Bappeda Kota Semarang, M Farchan, mengatakan, perbaikan kompleks Pasar Johar Baru ini ditargetkan selesai seluruhnya pada 2020 mendatang. “Mengenai skema anggaran tidak hanya dari APBD Pemkot Semarang saja, tetapi juga akan di-back up dari pemerintah pusat,” katanya.

Johar Utara memiliki total luas 4.937 meter persegi,  Johar Tengah memiliki luas 7.345 meter persegi, sedangkan  Johar Selatan memiliki luas 5.518 meter persegi. “Nantinya, akan ada penataan lagi bagi para pedagang yang akan menempatinya lagi. Ditargetkan selesai 2020 mendatang,” tandasnya. (amu/aro)