Di Ketinggian 20 Meter, Asyik untuk Berselfie

Melongok Kafe di Atas Pohon Asam Jawa di Kawasan Goa Kreo, Gunungpati

1152
KREATIF: Kafe Gubuk Wit di kawasan Goa Kreo Kandri, Gunungpati. (kanan) Pengunjung berfoto selfie dengan panorama alam dan Waduk Jatibarang (INSTAGRAM GUBUK WIT).
KREATIF: Kafe Gubuk Wit di kawasan Goa Kreo Kandri, Gunungpati. (kanan) Pengunjung berfoto selfie dengan panorama alam dan Waduk Jatibarang (INSTAGRAM GUBUK WIT).

Warga Dusun Talun Kacang RT 01 RW 03, Kelurahan Kandri, Gunungpati,  Semarang menyulap pohon asam Jawa menjadi sebuah kafe sederhana yang asyik untuk nongkrong dan berfoto selfe. Namanya Kafe Gubuk Wit. Seperti apa?

SIGIT ANDRIANTO

BERAWAL dari keinginan untuk mengolah potensi wisata di daerah setempat, warga Desa Talun Kacang, Kandri, berinisiatif membuat destinasi wisata baru. Mengingat banyak generasi muda yang gemar berfoto selfie, terciptalah ide untuk membuat gubuk bambu di atas pohon asam Jawa setinggi kurang lebih 20 meter. Alhasil, pohon asam di belakang rumah warga yang dulunya biasa-biasa saja itu, kini menjadi jujugan wisatawan.

“Konsepnya memang tanpa menggunakan dinding (rumah pohon). Karena kami pikir akan bahaya dengan angin yang cukup kencang di sini. Karena tanpa dinding, nama Gubuk Wit kami lekatkan pada kafe ini,” ujar Galih, salah satu pengelola kafe di atas pohon ini.

Galih mengatakan, Gubuk Wit ini dibangun  dengan dana swadaya dari masyarakat. Selanjutnya dana yang terkumpul dari hasil penjualan makanan dan minuman akan digunakan kembali untuk mengembangkan potensi wisata yang lainnya.

Belum genap setengah tahun, kata Galih, penghasilan dari kafe ini sudah bisa digunakan untuk membuat spot wisata baru. Yakni, sebuah tempat foto yang mampu menghasilkan gambar seperti di atas awan. Selain itu, sebuah dapur untuk keperluan kafe ini juga telah dibangun dengan uang penghasilan kafe.

“Sementara ini pesanan pengunjung dibuatkan di rumah. Nanti kalau dapurnya sudah jadi, akan lebih terlihat seperti kafe sungguhan. Kami juga akan menambah satu lantai lagi di bawah, soalnya sering nolakin pengunjung saking nggak cukupnya tempat,” ujar Galih sembari tertawa.

Layaknya kafe pada umumnya, Gubuk Wit juga menyediakan berbagai jenis minuman dan makanan. Seperti es kelapa muda, lemon tea, aneka kopi dan beberapa jenis minuman lainnya.

“Kalau makanan, ada mi, nasi dan beberapa jenis cemilan. Rencananya, nanti kami akan membuat minuman khas dari buah asam Jawa ini,” ujar Galih sambil menunjuk buah asam yang memang memenuhi pohon asam tempat kafe ini bertengger.

Dari kafe dua lantai di atas pohon ini, pengunjung bisa menikmati hijaunya pemandangan kawasan Waduk Jatibarang Semarang. Angin sepoi-sepoi juga membuat kafe ini cocok untuk melepas lelah usai menjalani rutinitas.

Dengan pemandangan yang disuguhkan, lengkap dengan suasana yang asyik, tak ayal kafe yang bisa menampung 45 orang ini ramai disambangi pengunjung. Baik pengunjung dari Semarang maupun dari luar Kota Semarang. Seperti Khoiriyah, mahasiswi asal Demak yang sengaja datang untuk menikmati pemandangan sembari berburu foto bersama pacarnya.

“Tempatnya asyik. Anginnya sepoi-sepoi. Kalau saran sih tampilannya dibikin lebih bagus lagi. Sehingga akan lebih asyik untuk berfoto,” kata gadis manis ini.

Pengelola mengatakan, Gubuk Wit ini memang akan disempurnakan lagi, sehingga bisa lebih memanjakan pengunjung yang datang. Ke depan, Gubuk Wit diharapkan bisa menjadi destinasi baru yang mampu menyedot jumlah wisatawan di Kota Semarang. (*/aro)