Manfaatkan Potensi, Ciptakan Produk Sirup Jahe

Desa Trayu, Kecamatan Sumowono

976
MENYEHATKAN: Beberapa warga yang tergabung dalam UKM sirup jahe di Desa Trayu Kecamatan Sumowono saat membuat sirup jahe, kemarin (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG).
MENYEHATKAN: Beberapa warga yang tergabung dalam UKM sirup jahe di Desa Trayu Kecamatan Sumowono saat membuat sirup jahe, kemarin (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG).

PEMERINTAH Desa Trayu, Kecamatan Sumowono, terus berupaya mengentaskan kemiskinan di wilayahnya. Salah satunya memberdayakan masyarakat untuk berwirausaha dengan mengoptimalkan potensi yang ada. Seperti Usaha Kecil dan Menengah (UKM) sirup jahe. Langkah pemberdayaan masyarakat melalui UKM tersebut sudah dilakukan sejak 1996.

Kepala Desa Trayu, Suyitno, mengatakan, saat ini sudah ada tiga UKM sirup jahe di desa yang dipimpinnya tersebut.“Kini menjadi ikon tersendiri bagi Desa Trayu dengan sirup jahenya,” ujar Suyitno, Kamis (12/10).

Suyitno (DOKUMEN PRIBADI).
Suyitno (DOKUMEN PRIBADI).

Tidak sedikit masyarakat setempat yang terangkat perekonomiannya lantaran UKM tersebut. “Dampak sosial di masyarakat itu mengurangi pengangguran dan menambah ekonomi masyarakat,” ujarnya.

Bahan baku pembuatan sirup jahe pun diambil dari hasil menanam sendiri. Separuh lebih dari warga setempat menanam tanaman jahe dan aren sebagai bahan baku utama pembuatan sirup jahe.

“Masyarakat yang menanam jahe bisa ditampung di industri ini. Termasuk gula aren. Jadi tidak usah mencari keluar,” katanya.

Kini banyak warga yang terlibat dalam UKM tersebut. Mulai dari pencucian botol kemasan, pengolahan rempah, hingga pemasaran dari produk sirup jahe itu sendiri.

Salahsatu Ketua UKM, Antonius Jarwoko mengatakan berdirinya UKM sirup jahe ini awalnya dari kegiatan PKK tahun 1996 silam yang mendapat binaan dari bergai dinas sektoral. “Mereka melihat potensi di sini banyak panen jahe, kemudian warga diberi pelatihan mengelola jahe dan aren,” katanya.

Salah seorang pembuat sirup jahe, Jarwoko mengatakan, saat ini, dalam satu kelompok tersebut sudah mencapai 15 orang tenaga pengolahan rempah. Pemasaran pun sudah mengikuti perkembangan jaman. Mulai dari blog, instagram, hingga facebook.

Pengiriman juga sudah menjalar ke luar kota, mulai dari Kota Semarang, Kota Magelang, Yogyakarta, Kabupaten Pati, hingga Ibukota Jakarta. “Untuk perbotol dijual Rp 15 ribu,” katanya. (ewb)