Pancasila Wajib Diajarkan Lagi di Sekolah

517
DIALOG KEBANGSAAN : Anggota DPR RI Komisi X, Mujib Rahmat dalam Dialog Kebangsaan di Aula Kecamatan Ngampel, kemarin (BUDI SETIYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG).
DIALOG KEBANGSAAN : Anggota DPR RI Komisi X, Mujib Rahmat dalam Dialog Kebangsaan di Aula Kecamatan Ngampel, kemarin (BUDI SETIYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG).

KENDAL—Pelajaran Butir Pancasila perlu kembali diajarkan di sekolah. Sebab sekarang ini generasi muda banyak yang kurang memahami Pancasila yang menjadi dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Padahal generasi muda adalah masa depan bangsa, tapi mereka mudah dipecah belah. Bahkan mudah terprovokasi oleh isu untuk mengganti dasar negara Pancasila dengan lainnya,” kata anggota DPR RI Mujib Rahmat dalam Dialog Kebangsaan bertajuk Meneguhkan Pancasila Sebagai Ideologi Negara di Aula Kecamatan Ngampel.

Jika hal tersebut terus dibiarkan, jelasnya, generasi muda tidak bisa memahami dasar negara, maka kata Anggota DPR RI Komisi X ini, perpecahan bangsa bukan hal mustahil. “Sebab para pemudanya tidak memhami sejarah NKRI ini didirikan,” tuturnya.

Pancasila menurutnya, merupakan perjanjian luhur yang sepakati bersama para pahlawan pendiri bangsa di tengah realitas Indonesia yang beragam. Sebab negara ini dibangun di atas kebhinekaan, Indonesia merupakan negara kesatuan yang memiliki banyak pulau, ragam suku, ras, budaya, bahasa dan agama.

Pancasila sebagai landasan utama NKRI, karena melihat latar belakang rakyat Indonesia yang beragam dan berbeda-beda. Maka saat itu semua harus melebur dan menanggalkan identitas agama, golongan maupun sukunya.

“Coba bayangkan, jika saat itu semua bersikukuh mempertahankan egonya dengan mendahulukan agama. Yang beragama Islam, tentu ingin dasar negara adalah Alquran dan Hadits, begitupun yang beragama non muslim ingin negara ini dibentuk dengan dasar agamanya. Pasti NKRI tidak akan terbentuk,” kata Politisi Partai Golkar itu.

Makanya, kata Mujib, saat ini penting untuk memberikan pamahaman nilai Pancasila. Salah satunya dengan kembali memasukkan pemahaman Pancasila dalam pelajaran Indonesia. Seperti pelajaran tentang Pancasila sendiri pada era orde baru banyak dilakukan.

Dimana saat itu pemerintah mewajibkan pemberian pelajaran butir-butir Pancasila P4 (Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila) melalui TAP MPR nomor II/MPR/1978. “Sekarang ini TAP MPR tersebut sudah dihapuskan, jadi tidak ada lagi sekolah mengajarkan butir-butir Pancasila,” tandasnya.

Selain itu, pada orde baru para siswa juga ada pelajaran tentang UUD 1945 dan Garis-garis Besar Haluan Negara (GBHN). Sehingga generasi muda memahami betul Pancasila dan cinta tanah air. “Paling tidak ini menjadi benteng mereka, ketika ada oknum yang mencoba melakukan provokasi,”  jelasnya.

Camat Ngampel, Heru Purnomo mengatakan jika Dialog Kebangsaan diikuti oleh 120 peserta, dari aparatur Desa, perwakilan warga, tokoh masyarakat, tokoh agama, PKK, Pelajar. “Harapannya mereka memahami nilai-nilai pancasila sehingga tidak mudah dipecah belah,” katanya. (bud/ida)