Akhir Tahun Target PBB 100 Persen

629
SEMANGAT : Peserta senam sehat sangat bersemangat. Selain mendapatkan badan sehat, panitia juga menyiapkan puluhan hadiah menarik bagi yang beruntung (Lutfi Hanafi /Jawa Pos Radar Semarang).
SEMANGAT : Peserta senam sehat sangat bersemangat. Selain mendapatkan badan sehat, panitia juga menyiapkan puluhan hadiah menarik bagi yang beruntung (Lutfi Hanafi /Jawa Pos Radar Semarang).

PEKALONGAN – Hingga akhir tahun 2017 mendatang, Pemkot Pekalongan melalui Badan Keuangan Daerah (BKD) menargetkan pemasukan pajak daerah dari Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) bisa capital 100 persen.

“Saat ini Pemasukan Pajak Daerah Atau Pajak Bumi dan Bangunan Kota Pekalongan sampai dengan 14 Oktober 2017, telah mencapai 96,4 persen,” ucap Kepala BKD Kota Pekalongan Suciono saat acara senam sehat pajak daerah atau Pajak Bumi dan Bangunan, Minggu (15/10).

Senam sehat tersebut diikuti oleh wajib pajak se Kota Pekalongan yang telah melunasi pajak bumi dan bangunan sebelum jatuh tempo tanggal 30 September 2017. Pada acara senam sehat pajak daerah atau pajak bumi dan bangunan tersebut sebagai hadiah utama yaitu empat sepeda motor, empat sepeda gunung, dan beberapa hadiah lainnya.

Tampak hadir Plt Wali Kota Pekalongan H.M. Saelany Machfudz, Sekda Kota Pekalongan Sri Ruminingsih, Asisten Pembangunan Setda Sri Wahyuni, Asisten Administrasi Setda Bambang Nurdiyatman, Kepala Badan Keuangan Suciono, para Kepala OPD Pemkot Pekalongan dan unsur Forkompinda. Mereka berbaur dengan ribuan peserta senam sehat mengikuti setiap gerakan instruktur senam.

Ditambahkan Suciono, wajib pajak bumi dan bangunan Kota Pekalongan tahun 2017 berjumlah 86.000 lebih. Ia melanjutkan, sebagai pemutakhiran data pajak bumi dan bangunan, pihaknya  sekarang ini sedang melakukan pendataan pajak bumi dan bangunan yang dimulai dari Kecamatan Pekalongan Selatan, dilanjutkan ketiga kecamatan lainya yakni kecamatan utara, barat dan timur.

Sementara itu Plt Wali Kota Pekalongan H.M. Saelany Machfudz mengapresiasi masyarakat yang sudah membayar pajak bumi dan bangunan tepat waktu. Karena dengan membayar pajak berarti masyarakat turut mensukseskan pembangunan kota Pekalongan. “Tanpa bapak ibu membayar pajak, pemkot akan kesulitan mengelola pemerintahannya dalam melaksanakan pembangunan,” tuturnya.

Dalam pembangunan menurut Saelany Pemkot saat ini dan yang akan datang memiliki hajat besar yaitu pembagunan jalan interchange, tanggul rob, pembangunan di bidang pendidikan, kesehatan, dan penanggulangan kemiskinan. “Untuk mewujudkan semua program tersebut dibutuhkan partisipasi masyarakat di segala bidang. Salah satunya dengan membayar pajak bumi dan bangunan,” lanjutnya. (han/ric)