PPP Jateng Incar 3 Besar

850
DIAKUI KEMENKUMHAM : Ketua DPW PPP Jateng Masruhan Samsurie menyerahkan susunan kepengurusan kepada anggota KPU Jateng Hakim Djunaidi, kemarin (Ricky fitriyanto/jawa pos radar semarang).
DIAKUI KEMENKUMHAM : Ketua DPW PPP Jateng Masruhan Samsurie menyerahkan susunan kepengurusan kepada anggota KPU Jateng Hakim Djunaidi, kemarin (Ricky fitriyanto/jawa pos radar semarang).

SEMARANG – DPW Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Jateng meminta agar Komisi Pemilihan Umum (KPU) di daerah menolak pendaftaran Pemilihan Umum Legislatif (Pileg) yang dilakukan PPP kubu Djan Faridz. DPW PPP Jateng menganggap sudah tidak ada lagi dualisme kepemimpinan, karena yang memiliki SK kepengurusan yang sah hanya PPP yang dipimpin oleh Ketua Umum DPP PPP M. Romahurmuzy (Romi).

Hal itu ditegaskan Sekretaris DPW PPP Jateng Abdul Syukur di kantor KPU Jateng, Minggu (15/10) usai menyerahkan susunan kepengurusan DPW PPP Jateng. Susunan tersebut dilampiri SK dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkum dan HAM), dan diterima oleh anggota KPU Jateng Hakim Djunaidi.

Dalam silaturahmi tersebut, Hakim Djunaidi menyatakan masih ada beberapa daerah yang kepengurusan DPC PPP masih ganda, seperti di Tegal. Meski demikian Hakim sepakat dengan DPW PPP Jateng bahwa sekarang ini kepengurusan PPP dari pusat hingga daerah sudah tidak ada masalah lagi.

“Memang masih ada beberapa daerah di Jateng yang kepengurusan di tingkat DPC PPP masih ada dua kubu, tetapi KPU tetap akan berpegang kepada legal formal, yaitu hanya akan menerima dan memproses persyaratan partai dari kepengurusan PPP yang dipimpin oleh Ketua Umum DPP PPP Pak Romi,” tuturnya.

Menurut Abdul Syukur, Jateng sebenarnya tidak ada lagi konflik di tubuh PPP, khususnya di tingkat akar rumput. Ini terbukti DPW PPP Jateng bisa dengan mudah mengumpulkan data keanggotaan partai jauh melebihi persyaratan yang ditetapkan oleh Undang-Undang (UU).

Jika secara aturan DPW PPP Jateng harus mengumpulkan daftar nama keanggotaan partai sebanyak 34.000 orang yang dibuktikan dengan KTP, DPW PPP Jateng bisa mengumpulkan data keanggotaan partai hingga 46.000 orang lebih. Namun setelah dilakukan verifikasi secara internal, data keanggotaan partai yang sah hanya sebanyak 38.000 orang karena terkait dengan KTP elektronik. Sedangkan sisanya hanya didukung oleh KTP lama.

Ketua DPW PPP Jateng Masruhan Samsurie mengatakan, melihat kondusifitas partai yang cukup mantap, PPP Jateng yakin dalam Pemilu 2019 mendatang partai berlambang Kabah ini mampu bertengger di urutan tiga besar. Untuk itu PPP Jateng akan mengoptimalkan semua potensi yang ada untuk meraih target tersebut.

“Masuk tiga besar perolehan suara terbanyak pada Pemilu 2019 merupakan target yang realistis bagi PPP. Saat ini posisi kami berdasarkan survey yang dilakukan LSI berada di urutan 6, tetapi dari survey yang dilakukan lembaga survey Indobarometer pada awal Oktober lalu, posisi PPP berada di urutan 5. Kami yakin 2019 PPP akan bertengger di urutan 3,” tegasnya. (ric)