Ribuan Lampion Air Tandai Puncak Festival

690
KEREN: Lampion air mewarnai Telaga Bleder di Dusun Bleder Desa Ngasinan Kecamatan Grabag Kabupaten Magelang, kemarin malam (MUKHTAR LUTFI/JAWA POS RADAR KEDU).
KEREN: Lampion air mewarnai Telaga Bleder di Dusun Bleder Desa Ngasinan Kecamatan Grabag Kabupaten Magelang, kemarin malam (MUKHTAR LUTFI/JAWA POS RADAR KEDU).

MUNGKID—Seribu lampion air menandai puncak Festival Telaga Bleder 2017 “Water Latern”, kemarin malam. Ribuan wisatawan yang memadati kawasan Telaga Bleder, dibuat terkesan dengan even yang digelar oleh Dinas Pariwisata Kepemudaan dan Olahraga tersebut.

Lampion air menghiasi telaga buatan di Dusun Bleder, Desa Ngasinan, Kecamatan Grabag, Kabupaten Magelang tersebut. Pengunjung yang datang berasal dari berbagai kota. Animo wisatawan cukup tinggi, dengan penjualan tiket yang cukup banyak. Bahkan, saat pelepasan lampion, wisatawan harus bergantian, karena terlalu banyak peserta yang datang.

Kepala Dinas Pariwisata Kepemudaan dan Olahraga, Iwan Sutiarso, mengatakan, even ini dinilai sebagai salah satu kemajuan pariwisata di Kabupaten Magelang. Menurut Iwan, dunia pariwiwata butuh hal-hal baru yang bisa menarik wisatawan untuk datang dan tinggal lebih lama. “Ini luar biasa. Animo wisatawan sangat tinggi terhadap Festival Telaga Bleder, khususnya lampion air. Mereka datang tidak hanya dari Magelang, tapi luar kota. Pariwisata memang seharusnya seperti ini.”

Nuansa Telaga Bleder yang dingin dan sejuk, juga dihangatkan dengan penampilan jazz dari Moonpolish dan Sinergi secara bergantian. Wisatawan yang hadir tampak menikmati setiap alunan nada dan lagu yang dinyanyikan. Puncak acara, ritual Larung Sengkolo. Ritual di gelar di ujung Telaga Bleder oleh sesepuh Merbabu, Mbah Jumo peruat asal gunung Merbabu. Suasana yang sebelumnya pecah, berubah menjadi hening. Alunan musik dari gong dan biola, membuat suasana Telaga Bleder seketika berubah menjadi sakral.

Ritual diakhiri di tengah-tengah telaga ketika Mbah Jumo dan para pengikutnya, menebarkan lampio dari atas perahu. Kemudian, diikuti ratusan wisatawan yang hadir. Seketika itulah, Telaga Bleder dipenuhi lampion-lampion air. Wisatawan yang dating, berebut mengabadikan dengan kamera dan handphone mereka. “Menurut kepercayaan, barang siapa lampionnya berhasil menuju ke tengah, maka doa dan harapannya akan terkabul,” kata Jeni, pembawa acara.

Lampion air terus menghiasi Telaga Bleder hingga hampir tiga jam. Prosesi ditutup dengan lagu-lagu hits yang dibawakan Sinergi Band. Pagi harinya, kegiatan dilanjutkan dengan lomba balap dayung. Lomba kali ini diikuti 29 kelompok dari berbagai daerah di Kabupaten Magelang. Jumlah ini meningkat dan animo masyarakat juga sangat besar.

Festival ditutup dengan pengumuman juara stand pameran potensi desa wisata, juara lomba kesenian tradisional, dan lomba dayung. Pemberian hadiah dilakukan secara langsung oleh Kepala Dinas Pariwisata Kepemudaan dan Olahraga. (vie/isk)