1075 Siswa Jalani Tes Narkoba

681
SIDAK: Kesbangpol Kota Pekalongan bersama BNN Batang, Dinkes dan petugas dari RS Junaid saat melakukan sidak tes urine di SMK Muhammadiyah Batang, Senin (16/10) (LUTFI HANAFI /JAWA POS RADAR SEMARANG).
SIDAK: Kesbangpol Kota Pekalongan bersama BNN Batang, Dinkes dan petugas dari RS Junaid saat melakukan sidak tes urine di SMK Muhammadiyah Batang, Senin (16/10) (LUTFI HANAFI /JAWA POS RADAR SEMARANG).

PEKALONGAN – Pemerintah Kota Pekalongan melalui Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) menggelar tes urin mendadak kepada 1075 siswa sekolah se-Kota Pekalongan. Hal tersebut dilakukan untuk antisipasi pengguna narkoba yang semakin merajalela di kalangan siswa.

“Kami rutin menggelar beberapa kali sidak tes urine, ada dua tahap, yang pertama 900 siswa. Hari ini (kemarin, red) kami menggelar di dua sekolah dengan target 175 siswa, sehingga total ada 1075 siswa yang sudah kami periksa,” ucap Kepala Seksi Bina Ideologi dan Wawasan Kebangsaan Kesbangpol Kota Pekalongan M Ainur Rofiq, saat ditemui di SMK Muhammadiyah Kota Pekalongan, Senin (16/10).

Bekerja sama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) Batang, Dinas Kesehatan Kota Pekalongan dan RS Djunaid, tim sudah melakukan sidak di 22 sekolah. Dan diakui dari sekian siswa yang di cek urine ada yang terbukti terkandung narkoba dan psikotropika.

Selain di gelar di SMK Muhammadiyah, sidak tes urine juga digelar di SMP Muhammdiyah, yang lokasinya tidak jauh dari lokasi pertama.“Dari sejumlah siswa yang terindikasi narkoba, langsung kami lakukan assessment. Karena, walaupun terkadung narkoba kami masih perlu melakukan penyelidikan lebih lanjut, kenapa bisa terkandung zat berbahaya ini,” jelasnya.

Dari setiap sekolah yang diperiksa tidak semua siswa dilakukan pemeriksaan. Namun hasil rekomendasi dari sekolah bersangkutan. Seperti di SMK Muhammadiyah, dari ratusan siswa, hanya diminta 100 Siswa. Yang dalam pantauan menurut sekolah setempat, dicurigai ‘nakal’ dalam kesehariannya, yang dikhawatirkan mengkonsumsi obat terlarang, penilaian bisa dari sikap ataupun perilakunya.

Dijelaskan lagi, walaupun dicurigai belum tentu siswa yang bersangkutan pengguna bahkan pengedar narkoba. Hal tersebut dilakukan sebagai bentuk antisipasi saja, serta untuk beri efek kejut pada semua siswa agar lebih baik. Pihaknya berharap kepada semua siswa, agar jangan ikut mengkonsumsi narkoba. Karena selain terlarang juga tidak baik bagi kesehatan dan mental.

Sementara itu Guru BK SMK Muhamdiyah Pekalongan Sulistyono, mengatakan bahwa  di sekolahnya ada 33 kelas, dengan total siswa 978 siswa. Pada sidak kali ini, pihaknya hanya mengajukan 100 siswa, yang memang dalam catatan sekolah menjadi perhatian khusus. Sehingga memang perlua diadakan tes urine ini.

“Kami jelaskan kepada siswa, bahwa meraka bukan dicurigai sebagi pengguna narkoba. Akan tetapi, jika mereka memang bersih harus membuktikan untuk ikut test ini. Sehingga semua siswa berkenan dan berani untuk ikut tes,” jelasnya.

Pihaknya juga bersyukur adanya tes ini, karena bisa membuat siswasnya lebih tertib dan menjahui barang terlarang tersebut. Sehingga diyakini, siswanya kedepan bisa bebas dari bahaya narkoba, sehingga bisa sekolah dengan baik. (han/bas)