3 Rumah Diamuk Si Jago Merah

393

TEMANGGUNG—Tiga rumah dilumat si jago merah di dua lokasi berbeda. Dua rumah di lereng gunung Sindoro, di Dusun Cempoko, Desa Canggal, Kecamatan Candiroto, Kabupaten Temanggung. Kebakaran meludeskan dua rumah itu pada Senin (16/10) kemarin, pukul 09.30. Rumah itu milik Imbuh, 60; dan Slamet, 45.

Kepala Seksi Penanganan Darurat dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Temanggung Gito Walngadi mengatakan, pagi hari sebelum berangkat ke kebun, anggota keluarga Slamet memasak di dapur.

Selesai memasak, lantas ditinggal pergi ke kebun, tanpa mematikan api di tungku. Diduga, api menyambar dinding rumah yang mudah terbakar. Warga berusaha memadamkan api dengan alat seadanya. Namun hasilnya tidak maksimal. Usaha pemadaman yang dibantu anggota Kodim 0706 Temanggung, Polres Temanggung, dan Tim SAR BPBD Temanggung, akhirnya berhasil menjinakkan api. Juga mencegah agar lidah api tak melumat bangunan lainnya. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Kerugian materiil diperkirakan mencapai Rp 80 juta.

Kebakaran juga melumat pabrik criping singkong milik Haji Slamet, pada Minggu (15/10) lalu. Lokasi pabrik di Dusun Sambak, Desa Sambak, Kecamatan Kajoran, Kabupaten Magelang. Korban mengalami kerugian hingga puluhan juta. Amukan si jago merah terjadi pada pukul 02.30. Mulanya, api diketahui oleh tetangga korban, bernama Fauzi. Ia yang sedang tidur, mendadak terbangun lantaran merasa panas dan mencium bau gosong. Curiga, Fauzi mengecek ke luar rumah dan mendapati pabrik criping milik Slamet, sudah terkabar.

Kepala Sub-Bagian Humas Polres Magelang, AKP Santoso, Senin (16/10) mengatakan, melihat api semakin besar, saksi berteriak minta tolong. Dalam sekejap, warga berdatangan. Karena embusan angin cukup kencang, membuat api cepat membesar dan melalap hampir seluruh bangunan pabrik. Api baru bisa dipadamkan sekitar 1 jam kemudian, dengan bantuan petugas pemadam kebakaran. Atap bangunan habis terbakar, karena terbuat dari kayu. Santoso mengatakan, penyebab kebakaran masih diselidiki. ”Yang jelas kerugian mencapai Rp 70 juta.” (jpg/isk)