Dewan Pantau Kesiapan Pilgub

437
Ali Mansur (Sekertaris Komisi A DPRD Jateng).
Ali Mansur (Sekertaris Komisi A DPRD Jateng).

SEMARANG– DPRD terus melakukan pemantauan terkait kesiapan daerah menjelang perhelatan Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jateng 2018. Langkah tersebut dilakukan sebagai salah satu upaya agar pelaksanaan Pilgub benar-benar bisa maksimal. Seluruh masyarakat Jateng harus benar-benar bisa terlibat secara langsung dan jangan ada yang kehilangan hak suaranya dalam.

Anggaran untuk Pilgub Jateng 2018 sangat besar yakni Rp 1,3 triliun. Dengan dana sebesar itu, jelas sangat dibutuhkan persiapan yang matang agar pelaksanaannya bisa berjalan aman dan lancar. Dewan berharap tidak ada potensi gugat menggugat khususnya terkait dengan data kependudukan dalam pelaksanaan Pilgub nanti.

Sekretaris Komisi A DPRD Jateng, Ali Mansur Hd mengatakan, dari kunjungan yang dilakukan daerah sudah siap untuk menghadapi Pilgub. Bahkan, sejumlah daerah sudah melakukan inovasi agar perekam data KTP elektronik (E-KTP) bisa cepat rampung. Karena salah satu persaratan mereka yang berhak memilih adalah yang sudah ber E-KTP. Seperti di Kota Salatiga, Surakarta, Pati, Rembang, dan sejumlah daerah lainnya. “Sejauh ini daerah sudah melakukan persiapan dalam pelaksanaan Pilgub Jateng,” katanya.

Di Kota Surakarta misalnya, dinas terkait bersedia jemput bola untuk bisa menarik anak muda yang sudah memasuki usia dewasa untuk direkam data. Mengingat dinamika Kota Surakarta yang begitu tinggi, sehingga orang mau merekam data merupakan sebuah langkah yang maju. “Jemput bola dan inovasi ini sangat bagus. Diantaranya dengan perekaman di sekolah, KIA, Akta HIV/AIDS, mobil keliling,” ujarnya.

Politisi Nasdem ini menilai inovasi yang dilakukan sangat bagus. Misalnya bagi siswa yang memasuki usia 17,  saat ulang tahun akan mendapat ucapan selamat dari Wali Kota beserta E-KTP. KIA adalah Kartu Identitas Anak yang bekerja sama dengan pemangku jabatan memberikan layanan khusus pada anak-anak. Progam KIA dan perekaman di Sekolah program yang inovatif.

“Progam ramah anak seperti Perekaman di Sekolah dan KIA merupakan upaya kreatif terlebih lagi Surakarta sedang menuju menjadi Kota Ramah Anak. Selain itu progam yang dapat membantu kesadaran masyarakat pentingnya perekaman data sejak dini,” tambahnya.

Sejumlah daerah dinilai sudah cukup bagus dalam menghadapi Pilgub, meski memang terus dilakukan upaya untuk pndataan masyarakat. Di Kota Salatiga, KPU masih fokus pendataan warga meninggal dunia. Hal itu dinilai penting dilakukan untuk pemutakhiran data penduduk. Saat ini, jumlah pemilih sekitar 130.027 jiwa per September 2017.

Sementara soal pemilih pemula, sudah dilakukan inventarisir anak-anak yang sudah berusia 17 tahun. KPUD dinilai kerap melakukan sosialisasi ke sejumlah sekolah. “Dalam hal ini, kami hanya memohon kepada KPU untuk meneliti kembali persoalan anggaran. Dengan begitu, saat pelaksanaan Pilgub nanti tidak muncul kendala-kendala yang berkaitan dengan anggaran penyelenggara pemilu,” kata Anggota Komisi A DPRD Jateng, Bambang Joyo Supeno. (adv/fth/zal)