Genjot Potensi Pariwisata

Kalongan, Kecamatan Ungaran Timur

956
DUKUNG PARIWISATA: Nyadran menjadi salah satu tradisi desa yang diharapkan mampu mendukung Desa Wisata Kalongan yang akan terealisasi awal tahun 2018 (DOKUMENTASI DESA KALONGAN).
DUKUNG PARIWISATA: Nyadran menjadi salah satu tradisi desa yang diharapkan mampu mendukung Desa Wisata Kalongan yang akan terealisasi awal tahun 2018 (DOKUMENTASI DESA KALONGAN).

DESA Kalongan, Kecamatan Ungaran Timur akan kembangkan sektor pariwisata. Keberadaan air terjun yang masih perawan akan dijadikan daya tarik tersendiri untuk mendatangkan wisatawan.

Kepala Desa Kalongan, Yarmuji, mengatakan, konsep Desa Wisata sudah digodok matang dan sudah dimasukkan pada anggaran tahun ini. Ia katakan, awal 2018 Desa Wisata Kalongan sudah ada realisasinya.

”Konsepnya semua sudah. Ini nanti kita akan melakukan studi banding, belajar tentang pengelolaan sistem Desa Wisata yang baik. Setelah itu akan kami eksekusi,” ujar Yarmuji saat Jawa Pos Radar Semarang berkunjung ke kantor desa tersebut, kemarin.

Yarmuji (SIGIT ANDRIANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG).
Yarmuji (SIGIT ANDRIANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG).

Setelah memiiki sistem yang mantap, ujar Yarmuji, akan dilakukan pembangunan sarana-prasarana seperti gazebo, gardu pandang, dan wahana-wahana pelengkap lainnya seperti flying fox. ”Sangat memungkinkan, karena memang pemandangannya bagus. Selain itu, karakteristik wilayahnya juga mendukung untuk dibangun flying fox,” jelasnya.

Desa Wisata ini diharapkan mampu meningkatkan Pendapatan Asli Desa (PAD) serta pendapatan masyarakat. Ketika Desa Wisata sudah di-launching, ia juga akan melibatkan seluruh warga desa dalam upaya pengembangannya.

”Kita penginnya ada multiefek ya, sehingga bisa membuka lapanga kerja. Jualan juga laku. Beberapa ibu-ibu juga sudah dilatih untuk membuat kerajinan dari bahan bekas, nantinya mungkin juga bisa dipakai untuk cendera mata,” katanya.

Selain air terjun, pemaksimalan sektor pariwisata akan digenjot dengan membuat kekhasan dari tiap-tiap dusun untuk menarik pengunjung. Yarmuji bersama warga juga akan membangun lorong garden dan gapura desa yang sesuai dengan konsepnya ini.

”Jadi, untuk lorong garden bentuknya lorong tapi dari tanaman. Mungkin tanaman anggur atau waluh (labu). Sehingga nanti pengunjung bisa menikmati suasana desa yang asri dan indah,”ujarnya.

Selain bentuk fisik, event-event dan festival juga akan dikembangkan untuk memantapkan diri sebagai Desa Wisata ini. ”Kalau festival sudah digelar. Festival-festival ini saya pikir akan mendukung konsep Desa Wisata yang akan kami kembangkan. Semua ini dibangun dengan menggunakan dana desa dan juga swadaya tentunya,” katanya. (cr4/aro)