Persaingan Ketat, Lulusan FK Unissula Mampu Bersaing

1202
SIAP MENGABDI: Dekan FK Unissula Dr dr Setyo Trisnadi (kiri) saat memberi sertifikat dalam pengambilan sumpah dokter, kemarin (IST).
SIAP MENGABDI: Dekan FK Unissula Dr dr Setyo Trisnadi (kiri) saat memberi sertifikat dalam pengambilan sumpah dokter, kemarin (IST).

SEMARANG – Persaingan lulusan di bidang kedokteran semakin ketat. Pasalnya di Indonesia ada sekitar 83 kampus yang memiliki Faktultas Kedokteran (FK). Dari jumlah tersebut, setiap tahunnya ada sekitar 10 ribu dokter baru yang dilantik.

Rektor Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Semarang, Prof. Anis Malik Thoha mengatakan, angka kelulusan dosen baru di Indonesia bisa dibilang sangat tinggi. Ia pun meminta agar dokter muda lulusan Unissula bisa menjadikan sebuah tantangan untuk bersaing.

“Sata minta para lulusan dokter di Unissula bisa bersaing dan siap berkompetisi dengan lulusan dari perguruan tinggi lainya,” katanya saat sumpah Dokter ke 104 periode IV tahun 2017, FK Unissula, kemarin.

Dalam sumpah dokter tersebut, diikuti 47 dokter baru. Sampai saat ini Unissula sudah mencetak sekitar 4.615 dokter yang mengisi di berbagai jabatan strategis, misalnya saja sebagai kepala daerah, anggota DPRD, duta besar dan yang lainnya. “FK di Indonesia berjumlah 83 Universitas, namun animo masyarakat untuk mendaftar di Unissula sangatlah tinggi,” jelasnya.

Sementara itu Dekan FK Unissula Dr dr Setyo Trisnadi SH SpKf menambahkan, dalam waktu dekat pun akan ada penambahan universitas yang membuka FK di Semarang. Sebelumnya untuk Kota Semarang ada empat perguruan tinggi yang mengelola FK.

“Lulusan dari SMA yang mendaftar ke FK pada tahun ini mencapai 1.000 orang lewat jalur siswa berprestasi. Sementara siswa yang mendaftar lewat jalur reguler yang ujian dan harus ikut computer based test, mencapai 1.500 orang. Padahal kuota yang ada, sekitar 180 mahasiswa,” tuturnya.

Sebagai kampus berbasis Islam, pola pembelejaran yang dilakukan berlandaskan nilai-nilai agama, sehingga bisa melayani masyarakat dengan baik. “Saya harap dokter muda yang baru saja diambil sumpah mau ditempatkan di mana saja, misalkan di daerah yang saat ini kekurangan tenaga medis,” tambahnya. (den/zal)