AKI Turun Signifikan

499
Yulianto Prabowo (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
Yulianto Prabowo (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Kasus angka kematian ibu (AKI) hamil dan menyusui terus mengalami penurunan signifikan sejak 2014 silam. Tercatat, penurunan tersebut mencapai rata-rata 14 persen per tahun. Kondisi ini jelas menunjukkan indeks kesehatan masyarakat di Jateng yang terus mengalami pertumbuhan positif.

Data Dinas Kesehatan Jateng menunjukkan, AKI pada 2014 mencapai 711 kasus, menurun menjadi 619 kasus di 2015 dan kembali menurun menjadi 602 pada 2016. Sedangkan hingga semester I 2017, AKI di Jateng tercatat 227 kasus.

“Tahun ini menurun sekitar 25 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya, dan semoga di semester II tahun ini jumlahnya juga menurun, karena kan memang belum sampai akhir tahun,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Jateng, Yulianto Prabowo, Selasa (17/10).

Menurutnya, banyak faktor yang menyebabkan turunnya AKI. Seperti meningkatnya kesadaran masyarakat dalam memperhatikan kesehatan ibu. Selain itu utamanya yakni gerakan 5 NG yakni Jateng Gayeng Nginceng Wong Meteng yang dicanangkan pemerintah provinsi dan didukung oleh pemerintah kabupaten/kota untuk terus menekan angka kematian ibu.

“Gerakan 5 NG mulai menunjukkan hasil, kesehatan ibu juga membaik dan tentunya ya itu, kesadaran masyarakat meningkat sehingga angka kematian ibu bisa ditekan,” jelasnya.

Selain AKI, pertumbuhan positif indeks kesehatan masyarakat ini juga ditunjukkan dengan tren penurunan sejumlah indikator kesehatan, seperti kematian bayi, hingga  jumlah balita penderita gizi buruk. Untuk kasus angka kematian bayi (AKB) pada 2014 tercatat 6.486 kasus. Jumlah itu berkurang menjadi 6.483 kasus pada 2015 dan pada 2016 menurun lagi menjadi 6.478 kasus. Pada tahun ini hingga semester I 2017 angka kematian bayi tercatat 2.333 kasus. Sedangkan untuk persentase balita gizi buruk di Jawa Tengah juga bisa ditekan pada angka 0,03 persen dari jumlah populasi.

Sementara itu Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo mengatakan untuk menekan AKI, salah satu hal yang perlu dilakukan yakni perilaku hidup bersih masyarakat yang harus terus didorong dan digiatkan. Menurutnya hal itu menjadi hulu dari semua permasalahan yang menyangkut kesehatan dan kemiskinan.

Dia pun berencana akan terus mensosialisasikan perilaku hidup sehat dalam setiap kesempatan yang juga diikuti oleh istrinya, Atikoh Ganjar Pranowo melalui sejumlah program PKK Jawa Tengah. (amh/zal)