Andalkan Pemandian Air Panas

Desa Diwak, Kecamatan Bergas

1339
SEMBUHKAN PENYAKIT : Pemandian Air Panas di Desa Diwak menjadi salah satu potensi desa yang akan terus digarap untuk meningkatkan Pendapatan Asli Desa (PAD) (SIGIT ANDRIANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG).
SEMBUHKAN PENYAKIT : Pemandian Air Panas di Desa Diwak menjadi salah satu potensi desa yang akan terus digarap untuk meningkatkan Pendapatan Asli Desa (PAD) (SIGIT ANDRIANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG).

DESA Diwak, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang akan terus menggenjot Potensi Wisata Desa untuk meningkatkan Pendapatan Asli Desa (PAD). Beberapa potensi yang dimiliki, di antaranya ada pemandian air panas yang mampu menarik banyak pengunjung. Bahkan dari luar kota.

Sekretaris Desa (Sekdes) Diwak, Setiyawan Handoko, mengatakan, pemandian tersebut dipercaya bisa menyembuhkan beberapa jenis penyakit. Hal inilah yang dinilai mampu menarik tamu dari luar daerah, seperti Boyolali dan Demak secara rutin datang untuk melakukan terapi.

”Bisa menyembuhkan penyakit kulit, pegal-pegal, dan bahkan ada yang strokenya sembuh setelah rutin mandi di pemandian air panas ini,” jelas Setiyawan kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Banyaknya pengunjung inilah yang kemudian mendorong pemerintah desa untuk terus memaksimalkan potensi ini. Sehingga diharapkan keberadaan potensi desa ini mampu menambah penghasilan bagi warga sekitar.

”Kalau banyak pengunjung kan warga sini juga bisa berjualan dan laku,” kata Setiyawan mewakili Kades Diwak, Muchamad Nur Salim, saat menemui Jawa Pos Radar Semarang.

Tidak hanya pemandian air panas, desa ini juga akan mengembangkan objek wisata air terjun. Dengan keunggulan yang dimiliki, seperti tidak kering saat musim kemarau, air terjun ini diharapkan mampu menarik kedatangan wisatawan.

”Ini butuh kerja sama dengan Desa Ngempon, karena memang berada di dua desa. Air terjun ini ada di ketinggian 10-15 meter. Sehingga memungkinkan juga untuk dipasang wahana flying fox,” ujarnya.

Sayangnya, dalam upaya pemaksimalan wisata ini, Desa Diwak masih terkendala pelaku wisata. Belum banyak pelaku wisata di desa ini, karena memang berbenturan dengan kesibukan masing-masing warga. Sedangkan para remaja pun, tidak bisa turut mengelola, karena berbenturan dengan waktu bekerja.

Untuk mengatasinya, Desa Diwak akan mendorong terselenggaranya pelatihan pelaku wisata. ”Untuk yang ini sudah diusulkan dalam program kegiatan 2018. Kami harapkan adanya objek wisata ini mampu meningkatkan PAD, sehingga akan menunjang pembangunan desa. Selain itu, diharapkan bisa membuka lapangan pekerjaan baru,” katanya. (cr4/aro)