Mandiri Lewat Badan Usaha Milik Desa

Desa Jatijajar, Kecamatan Bergas

1217
SEMAKIN MAJU: Kades Jatijajar, Sugiharto, berfoto di depan salah satu unit usaha BUMDes Jatijajar (SIGIT ANDRIANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG).
SEMAKIN MAJU: Kades Jatijajar, Sugiharto, berfoto di depan salah satu unit usaha BUMDes Jatijajar (SIGIT ANDRIANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG).

DESA Jatijajar, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang menargetkan bisa mandiri dengan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang dikelola. Dari hasil beberapa unit usaha yang ada, pembangunan demi pembangunan untuk kemajuan desa terus dilakukan.

Kepala Desa Jatijajar, Sugiharto, mengatakan, hingga saat ini sudah ada beberapa unit usaha seperti pengelolaan air dan toko bangunan. Selain itu, juga ada koperasi khusus alat tulis kantor (ATK) yang tempatnya ada di sekitaran kantor desa.

”Ke depan kami akan mengembangkan minimarket desa. Pengerjaannya ini sudah 70 persen. Tahun 2018 nanti sudah mulai beroperasi,” ujar kades yang entengan ini kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Minimarket ini, nantinya akan menjadi pemasok barang untuk warung-warung di Desa Jatijajar. Bagi warga yang tidak memiliki modal, BUMDes juga akan memberikan modal dalam bentuk hibah.

”Kita tidak ke arah simpan pinjam. Dengan memberikan bantuan berupa hibah diharapkan nanti akan membuka lapangan pekerjaan bagi warga sini,” jelas kades dua periode yang mengutamakan transparansi dan komunikasi dalam menjalankan amanah ini.

Sementara itu di bidang sosial dan budaya, Desa Jatijajar akan memfokuskan untuk menonjolkan kekhasan pada tiap-tiap dusun yang ada. Tiap dusun akan diberikan anggaran untuk mengembangkan kesenian masing-masing. Tujuannya, selain melestarikan kebudayaan juga untuk menambah penghasilan ketika kesenian warga tampil dalam suatu acara.

”Anggaran untuk kelompok seni ada. Di sini ada kesenian drumblek, yang menonjol di Dusun Kebonan dan Saren. Di Begajah ada karawitan, dalang hingga sindennya pun asli sini,” jelasnya.

Untuk pengrawit, dirinya juga mengajak anak-anak muda untuk terlibat. Dengan keterlibatan anak muda sejak dini, ia berharap dapat terus menjaga dan melestarikan kesenian yang ada di Desa Jatijajar. ”Mulai dari SD sampai SMA ada. Awalnya kita kenalkan, hingga kemudian mereka bisa menyukai dan akhirnya bisa sadar untuk bersama-sama menjaga kebudayaan milik desa,” kata Sugiharto. (cr4/aro)