Perguruan Tinggi Diminta Ubah Metode Pembelajaran

437
DIALOG DENGAN PETANI: Presiden Joko Widodo berdialog dengan perwakilan petani dan pencipta alat penyimpanan produk pertanian dengan teknologi ozon, Dr M Nur DEA, di sela orasi ilmiah dalam rangka Dies Natalis ke-60 Undip, kemarin (ADITYO DWI/JAW APOS RADAR SEMARANG).
DIALOG DENGAN PETANI: Presiden Joko Widodo berdialog dengan perwakilan petani dan pencipta alat penyimpanan produk pertanian dengan teknologi ozon, Dr M Nur DEA, di sela orasi ilmiah dalam rangka Dies Natalis ke-60 Undip, kemarin (ADITYO DWI/JAW APOS RADAR SEMARANG).

SEMARANG-Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta perguruan tinggi untuk mengubah metode pembelajaran yang disesuaikan dengan karakter-karakter generasi Y (23-40 tahun) saat ini. “Ubah metode pembelajaran yang disesuaikan dengan karakter-karakter generasi Y, generasi muda kita, mendorong inovasi, memfasilitasi mahasiswa menjadi pembelajar yang aktif baik di dalam maupun di luar kelas,” kata Presiden Jokowi saat menyampaikan Orasi Ilmiah dalam rangka Dies Natalis ke-60 Universitas Diponegoro (Undip) di Stadion Undip Semarang, Selasa (17/10.

Di hadapan sekitar 10 ribu mahasiswa yang sebagian merupakan mahasiswa baru Undip dari berbagai fakultas itu, Jokowi berharap metode pembelajaran juga harus berubah dengan mengakomodasi prinsip yang memungkinkan mahasiswa untuk mempunyai karakter yang baik, etos kerja yang tinggi, dan memiliki jiwa kepemimpinan yang baik. Selain itu, juga memungkinkan mahasiswa memiliki jiwa antikorupsi, jiwa toleransi, jiwa inovatif, dan jiwa kreatif. “Karena memang kompetisi antar-negara begitu sangat ketat dan sangat sengitnya,” ujarnya.

Karena itu, ia menyadari diperlukannya infrastruktur berupa creative hub, termasuk perguruan tinggi-perguruan tinggi juga diharapkan turut serta menyediakan co-working space bagi anak-anak muda yang berjiwa wirausaha dan inovatif.

“Negara lain juga sudah membangun itu ada co-working space, creative hub, perubahan-perubahan seperti ini, kalau kita tidak cepat betul-betul kita akan ditinggal negara-negara lain,” ucapnya.

Presiden Jokowi juga mengingatkan bagaimana perkembangan perubahan dunia yang begitu cepat. Termasuk kecepatan lalu lintas informasi dan perkembangan ilmu pengetahuan. “Muncul inovasi-inovasi disruptif dalam hampir semua aspek kehidupan belakangan ini,” katanya.

Di antaranya, hadirnya media sosial seperti Facebook, Twitter, dan Instagram  tanpa disadari juga telah memengaruhi kehidupan masyarakat saat ini. Karena itu, perguruan tinggi harus mengantisipasi serta yang paling penting adalah memotori inovasi disruptif. Di samping itu, menurut presiden, perguruan tinggi juga harus dapat menjawab perubahan dan kebutuhan spesifik saat ini agar sesuai dengan inovasi-inovasi disruptif. Fakultas atau program studi misalnya, harus menyesuaikan dengan perkembangan yang terjadi saat ini. Ia mencontohkan, Fakultas Ekonomi, sebaiknya tidak hanya memiliki jurusan akuntansi, manajemen, dan studi pembangunan. Namun dengan mendirikan jurusan logistik manajemen atau ritel manajemen.“Karena di situlah nanti ekonomi akan bergerak,” kata mantan Wali Kota Solo ini.

Pada kesempatan itu, presiden juga menyampaikan apresiasinya terhadap berbagai hasil riset aplikatif yang dilakukan Undip. Presiden juga menyempatkan diri untuk berdialog dengan peneliti atau penemu alat yang dapat memperpanjang masa simpan produk pertanian sekaligus dengan perwakilan Gapoktan yang akan menjadi pengguna alat tersebut.

Turut hadir mendampingi presiden, Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi M Nasir, Menteri PU dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, serta Rektor Undip Prof Yos Johan Utama beserta jajaran civitas akademika Undip.

Setelah memberikan orasi ilmiah, presiden dan Ibu Negara Iriana meninggalkan Kota Semarang melanjutkan perjalanan menuju Kabupaten Garut, Jawa Barat, melalui Kota Bandung. Setelah memberikan orasi ilmiah, Presiden dan Ibu Negara Iriana meninggalkan Kota Semarang untuk melanjutkan perjalanan menuju Kabupaten Garut, Provinsi Jawa Barat, melalui Kota Bandung. (tsa/aro)