Mirna Panen Raya Padi di Pageruyung

851
KETAHANAN PANGAN: Bupati Kendal Mirna Annisa (tengah) saat melakukan kegiatan panen raya di Desa Surokonto Wetan, Kecamatan Pageruyung, kemarin (18/10) (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG).
KETAHANAN PANGAN: Bupati Kendal Mirna Annisa (tengah) saat melakukan kegiatan panen raya di Desa Surokonto Wetan, Kecamatan Pageruyung, kemarin (18/10) (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG).

KENDAL-Guna mendukung pelaksanaan program ketahanan pangan dan swasembada pangan nasional, Pemkab Kendal memberikan perhatian khusus kepada para petani. Utamanya, terhadap hasil pertanian unggulan, seperti padi, jagung, dan kedelai, untuk mendukung pembangunan dan kemajuan daerah.

“Peningkatan produksi tanaman pangan, perlu tetap ditingkatkan setiap tahunnya, baik dari segi kuantitas maupun kualitas. Mengingat dari tahun ke tahun kebutuhan pangan mengalami peningkatan sejalan dengan pertambahan jumlah penduduk,” kata Bupati Kendal, Mirna Annisa, di sela panen raya di Desa Surokonto Wetan, Kecamatan Pageruyung, Rabu (18/10).

Untuk mengatasi kendala penyediaan sarana produksi dan pemasaran hasil pertanian, lanjut dia, pemerintah mengharapkan adanya jalinan kerja sama antara petani dengan berbagai pihak secara berkelanjutan. Sehingga petani memperoleh kepastian dalam berusaha tani dan pemasaran hasil pertaniannya.

Program pendukung di antaranya adalah perbaikan infrastruktur jalan guna mendukung perekonomian petani untuk mengangkut hasil pertanian. Upaya lain untuk mencapai swasembada pangan, ada beberapa hal yang akan dilakukan pemerintah. Yakni, pertama, Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kendal untuk melakukan pengembangan sarana dan prasarana pertanian.  Seperti pembangunan jalan usaha tani, pembangunan jaringan pengairan/irigasi dan penyediaan alat dan mesin pertanian. Selain itu, peningkatan produktivitas, perluasan areal tanam dan pengolahan, serta pemasaran hasil pertanian.

Kedua, kepada para petani, agar secara terus-menerus berupaya meningkatkan produksi tanaman pangan, seperti padi, jagung, dan kedelai. “Maksimalkan potensi lahan yang ada, agar dikelola secara optimal, dengan varietas benih yang bagus. Jalinlah kerja sama dengan berbagai mitra usaha bidang pertanian yang ada,” katanya.

Ketiga, para penyuluh pertanian lapangan (PPL) dan kelompok tani, agar terus-menerus meningkatkan pembinaan dan bimbingan kepada para petani. Sehingga para petani akan terbantu dalam menerapkan teknologi tepat guna dalam meningkatkan hasil panen yang semakin meningkat dan swasembada padi tercukupi.

Kepala Dinas Pertanian Kendal, Diah Aning Budiarti, mengatakan, panen raya itu menggunakan tanaman padi Varietas Inpago Unsoed 1 yang merupakan varietas padi gogo unggul yang tahan terhadap kekeringan dan bersifat aromatik dengan umur tanaman 110 jari atau 3,5 bulan.

Dijelaskannya, jika luas baku lahan sawah pertanian di Kendal 25.989 hektare, dengan rencana tanam padi 2017 seluas 46.743 hektare. Rencana Panen 45.066 hektare, Rencana Produktivitas 58,17 Kuintal per hektare dan terencana produksi 262.164 ton GKG (Gabah Kering Giling). “Realisasi panen Januari-September sebesar 40.611 hektare dengan produksi sebesar 206.098 ton GKG (Gabah Kering Giling),” tandasnya.

Ketersediaan beras di Kendal mengalami fluktuasi. Pada 2013 sebesar 133.770 ton beras, dan pada 2016 sebesar 147.585 ton. Sementara konsumsi beras meningkat dari 79.948 ton pada 2013, menjadi 80.393 ton pada 2016.  Meskipun tiap tahun Kendal mengalami surplus beras, namun tetap perlu mempertahankan luas baku lahan sawah dan peningkatan produksi padi. Yakni, dengan penggunaan padi varietas unggul baru. (bud/adv/aro)