Sebelum Puncak Penghujan, Sungai Harus Dinormalisasi

590
TINJAU SUNGAI: Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo ketika melihat kondisi Sungai Cabean Kabupaten Demak, kemarin (Ajie Mahendra/Jawa Pos Radar Semarang).
TINJAU SUNGAI: Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo ketika melihat kondisi Sungai Cabean Kabupaten Demak, kemarin (Ajie Mahendra/Jawa Pos Radar Semarang).

SEMARANG – Menghadapi musim penghujan, Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo sengaja mengecek sejumlah sungai langganan banjir. Salah satunya Sungai Cabean, Desa Sidorejo, Kecamatan Karangawen, Kabupaten Demak.

Pada pengecekan itu, Ganjar menyempatkan meninjau proses pembuatan tanggul permanen di Sungai Cabean yang masuk dalam sistem daluran Jragung-Tuntang. Saat ini di sungai tersebut juga tengah dilakukan normalisasi. Menurut Ganjar masyarakat sudah lama merindukan perbaikan dan normalisasi sungai, sebab selama ini jika musim penghujan air akan meluap dan daerah sekitar menjadi langganan banjir setiap tahun.

“Waktu itu saya bicara langsung dengan Menteri PU dan Alhamdulillah direspon langsung dikerjakan oleh BBWS (Balai Besar Wilayah Sungai). Ini untuk mencegah banjir,” tandasnya di sela-sela peninjauan, Rabu (18/10).

Diakui, banyak sungai di Jateng yang sudah mengalami sedimentasi dan butuh normalisasi agar mampu menampung air lebih banyak. Tapi pengerjaannya akan dilakukan secara bertahap. Normalisasi diawali dari sistem Jragung-Tuntang sebagai antisipasi banjir. “Memang belum setinggi harapan masyarakat, tapi ini sebagai salah satu upaya antisipasi banjir,” terangnya.

Selain itu, sejumlah hal yang bisa dilakukan sebagai antisipasi banjir, adalah dengan konversi di wilayah hulu. Seperti halnya penanaman pohon, penguatan tanggul serta manajemen pengelolaan sungai di bagian hulu yang mesti baik. “Yang pasti diingat, kita sendiri juga mesti disiplin. Buang sampah tidak sembarangan,” tegasnya.

Terkait dengan musim hujan yang diprediksi curahnya akan berkapasitas tinggi, Ganjar mengatakan pihaknya telah melakukan koordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dari seluruh Jateng. Ia mengatakan sudah melakukan rapat dan setiap hari BPBD seluruh kabupaten/kota untuk selalu memberikan laporan dari lapangan. “Di Jateng bagian utara masih suplai air tapi di selatan barat sudah banjir. Maka kita kemarin langsung rapat dan tiap hari kita dapat laporan dari lapangan,” katanya.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Sumber Daya Air, dan Tata Ruang (Pusdataru), Jateng, Prasetyo Budhie menjelaskan, belum semua sungai besar di Jateng dilakukan normalisasi. Tapi, pihaknya sudah melakukan kegiatan normalisasi di beberapa sungai, penguatan tanggul, dan penguatan tebing.┬áDi Kota Semarang, pihaknya sudah membuat posko pemantauan bersama yang terdiri dari Pemkot Semarang dan BBWS untuk bersinergi melakukan penanganan. “Kami sudah berkoordinasi dengan BBWS dan Pemkot untuk menambah pompa di muara Kali Sringin dan di tempat-tempat yang langganan banjir. Untuk yang di muara, sudah ada tiga pompa besar,” bebernya. (amh/zal)