Salah Perhitungan, Atap GOR Ambruk

726
TANPA PENYANGGA : Atap GOR Desa Klopogodo Gombong yang ambruk karena diduga ada kesalahan perhitungan secara teknis (DOK HUMAS POLRES KEBUMEN).
TANPA PENYANGGA : Atap GOR Desa Klopogodo Gombong yang ambruk karena diduga ada kesalahan perhitungan secara teknis (DOK HUMAS POLRES KEBUMEN).

KEBUMEN – Atap gedung olah raga (GOR) di Desa Klopogodo Kecamatan Gombong, Kamis (18/10) pagi ambruk. Diduga musibah ini terjadi karena adanya kesalahan perhitungan dalam merancang bangunan GOR. Padahal GOR ini terhitung masih baru, dibangun pada November 2016.

Kapolres Kebumen AKBP Titi Hastuti melalui Kapolsek Gombong AKP Hendrie Suryo Liquisasono membenarkan peristiwa itu.“Dari hasil olah TKP, diperkirakan rangka atap tidak kuat menyangga genteng. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu,” terang AKP Hendrie.

Berdasarkan informasi yang diperoleh, GOR yang berdiri di kompleks sekolah MI Muhamad Nur Safri Desa Klopogodo tersebut merupakan wakaf dari warga bernama Faizol Muslim. Faizol dikenal sebagai warga asal Klopogodo yang sukses dan tinggal di Jakarta.

Proses pengerjaanya, lanjut Hendrie, saat itu dipercayakan oleh Suratno warga setempat. Bangunan memiliki panjang 25 meter dan lebar 12 meter. Dinding GOR menggunakan balok cor. Sementara rangka atap menggunakan baja ringan, genteng mirando tapi tanpa penyangga. Akibat kerusakan ini, kerugian yang diderita diperkirakan sekitar Rp 200 juta. (jpg/ton)