Warga Keluhkan Pembangunan Jembatan

761

KENDAL – Pembangunan jembatan di Jalan Tentara Pelajar, Kelurahan Jetis dikeluhkan para pengguna jalan. Terutama pengguna roda empat. Pasalnya pembangunan jembatan menutup jalur alternatif Kendal-Batang.

Pantauan dilapangan, pembangunan jembatan dilakukan dengan membokar seluruh bangunan jembatan yg lama. Sehingga jalan tertutup total. Alhasil para pengendara kendaran bermotor terutama roda empat tidak bisa melintas.

Sementara pengendara roda dua, melintas dijembatan darurat yg dibangun disebelah proyek. Itupun dibangun dengan lebar satu meter saja, sehingga hanya dilalui satu lajur motor saja. Sehingga motor harus bergantian ketika jalan tengah dilintasi pengguna motor dari arah berlawanan.

“Arus jadi tersendat, karena jembatan darurat hanya bisa muat untuk satu arah motor. Sedangkan dari arah berlawanan harus harus menunggu sampai semua kendaraan melintas baru bisa jalan,” keluh Erwin Hardianto, warga Kaliwungu yg kebetulan melintas, Kamis (19/10).

Menurutnya pembangunan jembatan tidak merobohkan semua bangunan jembatan. Tapi salah satu lajur dulu, sehingga lajur lainnya masih bisa dilintasi. “Kalau seperti ini kan pengendara yang susah,” katanya.

Hal senada dikeluhkan Haryono, 47, warga Pegandon. Ia yg tidak tahu adanya perbaikan jalan terpaksa harus membelokkan kendaraan roda empatnya melalui jalan2 kampung.“Tidak ada rambu2 bahwa jalan tidak bisa dilintasi karena ada proyek. Jadi banyak mobil yang sedianya pengen cepat lewat jalur alternatif, malah jadi tersendat dan lama,” paparnya.

Selain dampak kemacetan, proyek pembangunan jembatan juga menimbulkan polusi debu dan bising. Pengerukan jalan dan jembatan lama mengakibatkan debu. Sementara suara alat berat berupa backhoe dan alat pemasang tiang pancang mengakibatkan jalan suara bising. “Suara bising, jadi mau istirahat juga keganggu. Lebih parah debu masuk ke rumah-rumah, mengakibat sesak nafas dan rumah jadi kotor,” kata Winda, 35, warga sekitar.

Dari papan informasi proyek, diketahui proyek jembatan dikerjakan oleh PT Putra Mas Indah Baroe berupa penggantian jembatan. Nilai proyek Rp 6,045 miliar sebagai pengguna anggaran adalah Balai Besar Wilayah Sungai Kora Semarang. (bud/bas)