Pemkab Diminta Perhatikan Nasib Guru Madin

25 Ribu Santri Kibarkan Bendera Merah Putih dan Panji NU

688
HARI SANTRI: Wakil Ketua DPRD Demak dari Fraksi Partai Gerindra H Muntohar bersama para kiai dalam peringatan Hari Santri di Alun Alun Demak kemarin (Wahib pribadi/jawa pos radar semarang).
HARI SANTRI: Wakil Ketua DPRD Demak dari Fraksi Partai Gerindra H Muntohar bersama para kiai dalam peringatan Hari Santri di Alun Alun Demak kemarin (Wahib pribadi/jawa pos radar semarang).

Sebanyak 25 ribu santri dari berbagai pondok pesantren (Ponpes) di wilayah Kabupaten Demak, kemarin tumpah ruah di Alun Alun Kota Demak. Mereka mengikuti upacara Hari Santri Nasional.

Sebelumnya, ribuan santri tersebut pawai berjalan menyusuri jalan Sultan Fatah Kota Demak. Dengan berbagai atribut, karnaval santri ini pun menjadi meriah dengan ditandai pengibaran bendera merah putih terpanjang serta panji-panji organisasi terbesar di tanah air Nahdlatul Ulama (NU).

Selain santri, upacara juga dihadiri para sesepuh ulama dan kiai ponpes. Tampak pula Ketua Tanfidziyah PCNU Demak KH Aminudin dan Rois Syuriah KH Zaenal Arifin Ma’shum. Sejumlah tokoh partai politik (parpol) juga hadir. Antara lain, Wakil Ketua DPRD Demak dari Fraksi Partai Gerindra H Muntohar, anggota DPR RI dari Fraksi PKB H Fathan Subchi, anggota DPRD Provinsi Jateng dari PKB Hj Ida Nur Sa’adah dan Kapolres Demak AKBP Sonny Irawan. Patut disayangkan, peringatan tersebut justru tidak dihadiri Bupati Demak HM Natsir dan Wabup Joko Sutanto. Keduanya dilaporkan berhalangan hadir karena tugas luar kota serta ada keluarga yang sedang sakit.

Dalam upacara ini, Taslim Arief, SPd dari Ponpes Fathul Huda, Karanggawang, Desa Sidorejo, Kecamatan Sayung bertugas membacakan ikrar santri Indonesia. Ada 5 item ikrar santri yang pada intinya bertekad menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), melawan pihak pihak yang mencoba merongrong Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika dan UUD 1945.

Rois Syuriah PCNU Demak, KH Zaenal Arifin Ma’shum mengatakan, Hari Santri yang diperingati secara nasional ini dinilai penting. Yaitu untuk menunjukkan bahwa santri eksis dalam mengaktualisasikan makna Hubbul Wathon Minal Iman (cinta tanah air sebagai bagian dari iman) dengan cara ikut berjuang mendirikan NKRI dan selalu merawatnya dari segala macam gangguan. “NKRI ini kita jaga bersama sama. Kita berharap, acara Hari Santri seperti ini ke depan bisa menjadi agenda rutin Pemda setempat,” ujarnya.

Ketua panitia Hari Santri, KH Salman Dahlawi mengatakan, ribuan santri yang terlibat dalam upacara ini bersemangat mengumandangkan resolusi jihad. “Kemerdekaan Indonesia harus kita jaga dengan bingkai NKRI. Untuk itu, kita selalu kedepankan akhlaqul karimah,” ujarnya.

Wakil Ketua DPRD Demak dari Fraksi Gerindra, H Muntohar menambahkan, terkait dengan Hari Santri ini, selaku anggota DPRD Demak, pihaknya meminta Pemkab Demak untuk memperhatikan para guru madrasah diniyyah (Madin) dan ponpes di Kota Wali. “Para guru Madin dan para kiai di Ponpes sejauh ini telah berkontribusi besar dalam mengembangkan pendidikan keagamaan. Tapi, sayang kesejahteraan mereka terabaikan. Pemkab harus peduli. Kalau perlu ada dana hibah untuk membantu kesejahteraan mereka. Selain itu, untuk membangun gedung gedung Taman Pendidikan Alquran (TPQ),” katanya.

Kepala Kesbangpolinmas Pemkab Demak, Agus Herawan mengatakan, santri mandiri NKRI hebat menjadi slogan yang menarik untuk direalisasikan. “Pemkab sendiri telah menggalakkan program ayo mengaji dan matikan TV,”katanya. (hib/sct/ton)