Tim Porprov Butuh Perhatian

594
LATIH TANDING: Pertandingan basket persahabatan antara tim proprov kota Salatiga melawan tim porprov Klaten di GOR Putra Abadi, Minggu (22/10). Pertandingan dimenangkan tim kota Salatiga dengan skor 44 -35 (DHINAR SASONGKO/JAWA POS RADAR SEMARANG).
LATIH TANDING: Pertandingan basket persahabatan antara tim proprov kota Salatiga melawan tim porprov Klaten di GOR Putra Abadi, Minggu (22/10). Pertandingan dimenangkan tim kota Salatiga dengan skor 44 -35 (DHINAR SASONGKO/JAWA POS RADAR SEMARANG).

SALATIGA – Tim basket Porprov Kota Salatiga mendapatkan tantangan besar untuk bisa berhasil dalam kualifikasi Porprov November mendatang. Pasalnya, tim ini belum mendapatkan bantuan apapun, mulai dari perhatian, fasilitas, apalagi dana. Saat ini mereka latihan dengan menyewa GOR milik swasta dan pengurus Perbasi Salatiga harus urunan untuk membayar uang sewa.

Ketua Perbasi Kota Salatiga Arief Sadjiarto mengaku sangat prihatin dengan kondisi ini. Menurutnya, kota Salatiga memiliki bibit pebasket yang sangat bagus. Namun semua tidak bisa matang karena kurangnya perhatian dari para pemangku kepentingan. Termasuk salah satunya adalah tim porprov yang akan membela nama kota Salatiga di event tingkat Jawa Tengah ini.

“Komitmen pengurus, pelatih dan pemain sangat bagus. Namun semua masih serba seadanya karena semua iuran bersama pengurus Perbasi. Andai pemkot bisa membantu perhatian karena memiliki fasilitas dan ini hanya kurang satu bulan, tentu bisa maksimal,” keluh Arief saat di temui di sela latih tanding tim porprov antara kota Salatiga melawan tim Klaten, Minggu (22/10) pagi.

Pelatih tim Porprov Salatiga Efri Meldi mengaku kebingungan dengan kondisi ini. Dijelaskan dia, saat ini tim hanya berlatih satu kali seminggu dan itu merupakan jumlah yang sangat kurang ideal. Setidaknya, satu tim bisa berlatih minimal tiga kali seminggu untuk bisa mencapai hasil yang diinginkan.

“Awalnya saya menarget juara grup, namun kami juga berharap bisa mendapatkan kebijakan dari pemkot untuk menggunakan GOR Pelajar Kridanggo, meski tidak membayar, karena tidak ada dana dan ini juga membawa nama pemkot,” jelas Meldi.

Kondisi itu, menurutnya, sudah disampaikan ke Dinas Pemuda dan Olahraga (Dinpora) Salatiga namun kesulitan karena jam latihan sore sudah di-booking oleh klub – klub yang notabene memberikan PAD kepada kota Salatiga. Perbasi juga sudah melaporkan kondisi ini ke Plt Sekda Susanto.

Terpisah, Susanto menyatakan pemkot akan secepatnya membahas permasalahan ini dengan dinas terkait. (sas/ton)