STIE AKA Fasilitasi Mahasiswa Kurang Mampu

3731
SIAP KE DUNIA KERJA : Ketua STIE AKA Semarang Prof Dr Y Sutomo (paling kanan) didampingi Wakil Ketua Sudarman saat mewisuda lulusan STIE AKA Semarang di Hotel Grasia (Jon wahid/jawa pos radar semarang).
SIAP KE DUNIA KERJA : Ketua STIE AKA Semarang Prof Dr Y Sutomo (paling kanan) didampingi Wakil Ketua Sudarman saat mewisuda lulusan STIE AKA Semarang di Hotel Grasia (Jon wahid/jawa pos radar semarang).

SEMARANG – Persaingan untuk memperebutkan peluang kerja saat ini relatif sulit. Kondisi inilah yang mendorong Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) AKA Semarang melakukan terobosan dengan mencetak sarjana plus dan siap kerja.

“Lulusan disini hampir 90 persen mahasiswanya sudah bekerja, sehingga setelah lulus ini mampu meniti karier yang lebih cemerlang,” kata Ketua STIE AKA Semarang Prof Dr Y Sutomo usai melepas wisudawan di Hotel Grasia, Senin (23/10).

Dalam kesempatan itu hadir Koordinator Kopertis VI (Jateng), Prof Dr DYP Sugiharto, Direktur Akbid Soko Tunggal Denny Nythalia Mindrawati, Ketua Yayasan Pendidikan Tri Mulia Utama Semarang Kusmanto, Ketua Ikatan Sobat HR Nusantara Budiharjo dan sejumlah anggota senat.

STIE AKA mewisuda sebanyak 78 wisudawan dan 8 lulusan Akademi Kebidanan (Akbid) Soko Tunggal Semarang yang masih dalam satu Yayasan Pendidikan Tri Mulia Utama Semarang.

Lebih lanjut, Prof Y Sutomo mengatakan, pihaknya membuat segmen khusus dengan memberikan fasilitas bagi lulusan SMA, SMK dan MA yang tidak mampu secara ekonomi namun ingin kuliah. Sehingga diberi pelatihan di LPK Eka Mulya Semarang, kemudian setelah dilatih mereka akan ditempatkan bekerja di perusahaan-perusahaan.

“Sehingga secara otomatis mereka mendapatkan gaji, selanjutnya mereka akan kuliah di tempat ini. Dan banyak perusahaan yang tertarik dengan program ini sebab ada semacam ikatan, bahkan setelah lulus akan naik jabatan,” imbuhnya.

Dijelaskan, terobosan yang juga bertujuan membantu pemerintah tersebut bertujuan untuk mengentaskan kemiskinan dan mendapat respon positif dari perusahaan yang ada di Indonesia. Bahkan pihaknya bekerjasama dengan Ikatan Sobat HR Nusantara yang anggotanya ratusan perusahaan dan Perkumpulan Human Resource Development (PHRD) Jateng.

Saat ini STIE AKA memiliki 20 dosen tetap. Satu orang bergelar profesor, 3 doktor, sedangkan 8 orang sedang studi lanjut S3 (doktor). Selain itu sebagai penunjang lainnya pihaknya kini melakukan kerjasama dengan Focus on Language Development (FLD), dengan mendatangkan dua dosen asing untuk memberi pelatihan Bahasa Inggris. “Dengan begitu maka lulusan sekolah kami memiliki kompetensi lain yang tidak dimiliki oleh kampus lain,” katanya. (hid/sct/ric)