Wagub Warning Pelaksana Proyek

791
Heru Sudjatmoko (Radar Semarang files)
Heru Sudjatmoko (Radar Semarang files)

PURWOREJO—Proyek pembangunan Jembatan Sejiwan di Purworejo jadi perhatian Wakil Gubernur Jawa Tengah, Heru Sudjatmoko. Ia mengingatkan kepada pelaksana proyek tersebut untuk dipercepat.

Heru pun mengultimatum agar proses pembangunan tahap I Jembatan Sejiwan sudah harus rampung pada akhir Desember 2017, sesuai kesepakatan kontrak. Meski harus dikebut, Wagub Heru tetap meminta agar pembangunan proyek sesuai prosedur.

“Karena sebentar lagi musim hujan, saya minta pembangunan diselesaikan tepat waktu,” kata Heru mengingatkan pelaksana proyek, saat mengunjungi proyek tersebut di Desa Trirejo, Kecamatan Loano, Purworejo, Senin (23/10) kemarin. Untuk itu, sambung Heru, meski nantinya terkendala musim hujan, pembangunan harus sesuai standar. “Ini penting diperhatikan, karena keberadaan Jembatan Sejiwan sangat vital.”

Seluruh pihak yang terlibat dalam pembangunan jembatan, diminta memperhatikan waktu serta kualitas bangunan. “Kami ajak masyarakat untuk turut serta berperan aktif mengawasi jalannya proyek pembangunan Jembatan Sejiwan,” kata Wagub Heru

didampingi Wakil Bupati Purworejo, Yuli Hastuti.

Wakil Bupati Yuli Hastuti menyampaikan, panjang jembatan Sejiwan 125 meter dan lebar 8 meter. Jembatan tersebut nantinya akan menjadi akses penghubung 14 desa di 3 kecamatan. Jembatan rencananya digarap dua tahap. “Kami berharap jembatan ini mampu mempermudah akses lalu lintas masyarakat setempat.”

Dikatakan, keberadaan jembatan sangat vital bagi perekonomian warga setempat. “Dengan adanya Jembatan Sejiwan ini, masyarakat jadi lebih mudah menempuh jalur tempuh menuju kawasan kota.”

Kepala Bappeda, Pram Prasetya menjelaskan, nilai proyek Jembatan Sejiwan Rp 10.511.890.000. Pelaksana proyek, PT Yudha Cakti. “Proyek dijadwalkan selesai pada 22 Desember 2017 mendatang.”

Hingga kini progres pembangunan tahap awal telah mencapai 66,04 persen. “Pembangunan tahap kedua akan dilaksanakan pada tahun anggaran 2018,” kata Pram.

Dikatakan, hasil site meeting pada 9 Oktober 2017 telah disepakati bahwa untuk percepatan antisipasi musim hujan, pelaksana proyek akan menambah alat. Tujuannya, agar pekerjaan pilar I juga dikerjakan bersamaan dengan pengecoran box culvert. “Jadi kita perkirakan akan selesai tepat waktu.” (jpg/isk)