Bolos Kerja untuk Ambil SIM

Material SIM Sudah Tersedia

2084
TUNGGU GILIRAN : Para pemohon SIM sedang mengantre untuk menukarkan SIM sementara di ruang tunggu Polres Magelang Kota, Selasa (24/10) (Bonita Ika Septiani for JP Radar Kedu).
TUNGGU GILIRAN : Para pemohon SIM sedang mengantre untuk menukarkan SIM sementara di ruang tunggu Polres Magelang Kota, Selasa (24/10) (Bonita Ika Septiani for JP Radar Kedu).

MAGELANG – Ketersediaan material SIM, baik SIM A dan SIM C, yang sebelumnya mengalami kekosongan, kini sudah teratasi. Satuan Penyelengara Administrasi (Satpas) SIM Satlantas Polres Magelang Kota sejak Senin (16/10) lalu, sudah mulai melayani penukaran SIM sementara kepada para pemohon.

Kasat Lantas Polres Magelang Kota AKP Marwanto melalui Kanit Regident Iptu Anas, Selasa (24/10) mengatakan, ada 6.000 pemohon yang telah mendapatkan surat keterangan SIM sementara akibat kekosongan material. Kekosongan material ini terhitung sejak 29 Juli hingga awal Oktober lalu. “Semua yang terlambat sudah dicetak, tinggal diambil” ujar Anas.

Untuk prosedur penukaran kartu SIM, Anas menjelaskan, pemohon cukup datang dan menukarkan resi atau surat pengganti SIM sementara yang diterima sebelumnya. Untuk penukaran hari Senin sampai Jumat pelayanan dimulai pada pukul 13.00 sampai pukul 14.00, sementara untuk hari Sabtu pukul 11.00 sampai pukul 12.00.

“Untuk pemohon yang diwakilkan pada saat penukaran SIM, membutuhkan fotokopi KTP pemohon serta surat SIM sementara. Mengingat banyak yang menukarkan, kami terapkan sistem antre,” jelas Anas.

Terkait total 6.000 pemohon SIM, didominasi oleh pemohon SIM perpanjangan. Jumlah perpanjangan mencapai 70 persend an sisanya 30 persen merupakan pemohon baru.

Polres Magelang Kota telah melakukan pelayanan dengan sistem online. Setiap Warga Negara Indonesia yang sudah cukup umur, menurut Anas, dapat mengajukan permohonan SIM baru ataupun perpanjangan dengan membawa KTP elektronik. “Hal ini dikarenakan Sistem Polres Magelang Kota telah terintegrasi dengan seluruh instansi yang terkait seperti Dinas Perhubungan, dan Disdukcapil,” jelas Anas.

Salah satu pemohon SIM yang turut mengantre, Andini, 18, warga asal Bogeman, Kota Magelang, mengaku sudah membuat SIM sejak awal Agustus lalu dan diberi surat SIM sementara. “Sebenarnya, SIM saya sudah jadi Minggu lalu tapi baru sempat ambil hari ini. Menurut, saya terlalu lama, tapi maklum lah, seluruh Indonesia juga begini,” ujar Andini.

Pemohon lainnya, Amri, 27, warga Tidar Magelang, mengeluhkan minimnya jam buka penukaran SIM. “Jam ambil SIM-nya kurang efektif, saya harus bolos kerja untuk ambil SIM di sini. Pelayanannya juga cuma satu jam, dari jam 13.00 sampai jam 14.00, jadi sangat singkat sekali,” keluh Amri. (cr3/ton)