Dorong UMKM Naik Kelas

608
BUTUH PENDAMPINGAN : Sebanyak 98 persen usaha di Jateng masih dalam taraf mikro dan kecil, termasuk di dalamnya usaha di bidang batik (NURUL PRATIDINA/JAWAPOS RADAR SEMARANG).
BUTUH PENDAMPINGAN : Sebanyak 98 persen usaha di Jateng masih dalam taraf mikro dan kecil, termasuk di dalamnya usaha di bidang batik (NURUL PRATIDINA/JAWAPOS RADAR SEMARANG).

SEMARANG –  Dinas Koperasi dan UMKM Jateng mendorong para pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah untuk naik kelas. Berbagai pelatihan dan sertifikasi diberikan untuk merealisasikan hal tersebut.

Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Jateng Ema Rahmawati mengatakan, berdasarkan survey Badan Pusat Statistik (BPS), di Jateng, saat ini setidaknya terdapat 5,1 juta UMKM. “Dari jumlah tersebut, 98 persennya atau sekitar 4 juta lebih merupakan usaha mikro dan kecil. Jadi bisa dikatakan saat ini kita masih dalam taraf mikro dan kecil. Itu yang menjadi PR bersama,” ujarnya.

Terkait hal tersebut, pihaknya berupaya melakukan berbagai terobosan agar usaha mikro dapat naik kelas ke usaha kecil. Begitu juga dengan usaha kecil dapat meningkat ke taraf menengah. Diantaranya dengan memberikan berbagai pelatihan.

“Per tahun setidaknya kami memberi pelatihan dengan kapasitas 156 angkatan. Mulai dari pelatihan vokasi yang meningkatkan berbagai keterampilan, pelatihan manajerial terkait pemasaran dan tata keuangan, hingga pelatihan kompetensi,” ujarnya.

Pelatihan kompetensi lanjutnya, juga cukup penting. Dengan pelatihan tersebut, para pelaku usaha maupun perajin mendapatkan sertifikat terkait standarisasi dari bidang yang mereka tekuni. Dengan begitu, harga jual tenaga, keahlian maupun produk mereka bisa meningkat.

Selain itu, para pelaku UMKM juga dibantu dengan memfasilitasi perlindungan produk, mulai dari label halal hingga sertifikasi hak merek. (dna/ric)