Keberatan Jika Format Diubah

Operator Gulirkan Wacana Format Home and Away

640
BERHARAP KEPASTIAN: Tim PSIS Semarang berharap segera ada kepastian lanjutan kompetisi babak delapan besar Liga 2 (BASKORO SEPTIADI/JAWA POS RADAR SEMARANG).
BERHARAP KEPASTIAN: Tim PSIS Semarang berharap segera ada kepastian lanjutan kompetisi babak delapan besar Liga 2 (BASKORO SEPTIADI/JAWA POS RADAR SEMARANG).

SEMARANG  – Spekulasi mengenai rencana perhelatan babak delapan besar Liga 2 terus bermunculan. Kabar terakhir muncul wacana operator kompetisi yaitu PT Liga Indonesia Baru (LIB) akan merubah format delapan besar yang semula home tournament dengan sistem setengah kompetisi (half round robin) menjadi home and away dengan sistem kompetisi penuh.

General Manajer (GM) PSIS, Wahyu ‘Liluk’ Winarto mengatakan, PSIS cukup keberatan jika akhirnya format kompetisi diubah menjadi home and away karena menurutnya akan memakan waktu yang cukup lama.

Meski sebenarnya dari sisi teknis format home away lebih menguntungkan karena tim-tim kontestan bisa ‘bernafas’ lebih panjang karena akan melakoni enam laga sebelum menentukan lolos ke semifinal atau tidak. Jika menggunakan sistem setengah kompetisi tim kontestan hanya akan melakoni tiga laga krusial untuk menentukan lolos ke semifinal atau tidak.

“Setiap format tentu ada plus minusnya. Namun kalau menggunakan format home and away waktu selesai kompetisinya pasti juga akan lebih panjang yang sudah pasti hal itu akan membuat pembiayaan tim jadi membengkak. Selain itu format itu juga tidak sesuai dengan regulasi awal Liga 2,” kata Liluk.

Oleh karena itu PSIS, kata Liluk, akan mendorong operator kompetisi untuk menjalankan format kompetisi sesuai regulasi awal yaitu format home tournament dengan sistem setengah kompetisi.

“Saya kira tim-tim lain juga akan keberatan jika format dirubah. Makanya kami berharap operator tetap konsisten menjalankan format kompetisi seperti regulasi yang telah dikeluarkan di awal kompetisi,” sambung Liluk.

Sementara terkait dengan pelaksanaan babak delapan besar, Liluk mengatakan hingga kini tim berjuluk Mahesa Jenar belum mendapatkan kepastian kapan dan dimana babak perempat final tersebut akan digelar.

“Kepastiannya mengenai tempat dan waktu pelaksanaan delapan besar akan diutarakan pada temu teknik 31 Oktober besok. Kami harap tidak moloir lagi karena kaitannya dengan masalah finansial tim juga, semakin molor pengeluaran tim kontestan akan membengkak juga,” pungkasnya. (bas/zal)