Serapan Anggaran Pembangunan Rendah

491
RENDAH : Rakor evaluasi pelaksanaan program pembangunan dilakukan di Ruang Bina Karya Komplek Setda Kabupaten Magelang, kemarin (MUKHTAR LUTFI/Radar Kedu).
RENDAH : Rakor evaluasi pelaksanaan program pembangunan dilakukan di Ruang Bina Karya Komplek Setda Kabupaten Magelang, kemarin (MUKHTAR LUTFI/Radar Kedu).

MUNGKID—Meski tahun anggaran 2017 tinggal kurang dari 3 bulan, tapi serapan anggaran di Pemkab Magelang masih rendah. Capaian pembangunan fisik yang masih di bawah target.

Plt Sekretaris Daerah Kabupaten Magelang Eko Triyono mengatakan. sampai dengan akhir bulan September 2017, realisasi fisik untuk belanja langsung baru tercapai 54 persen. Jauh dari target yang ditetapkan sebesar 74 persen. “Capaian ini hampir sama jika dibandingkan dengan akhir September 2016 lalu,” katanya.

Eko mengatakan, di tahun ini, APBD Kabupaten Magelang menganggarkan Rp 914 untuk membiayai 2.062 kegiatan. “Seiring dengan berakhirnya triwulan III tahun anggaran 2017, kondisi sampai kini capaian kinerja baik fisik maupun keuangan tingkat Kabupaten Magelang masih belum sesuai dengan target yang telah ditetapkan,” katanya di hadapan 74 undangan pejabat eksekutif kepala SKPD dan kepala instansi vertikal yang menghadiri Rapat Koordinasi di Ruang Bina Karya Komplek Setda Kabupaten Magelang, Selasa (24/10).

Eko mengatakan, selain kegiatan yang dibiayai dari APBD murni, pada tahun 2017 juga ada kegiatan yang dibiayai dana Bantuan Gubernur dan DAK. Kegiatan bantuan keuangan dari Gubernur untuk tahun anggaran 2017 sebesar Rp 32,7 miliar. Perkembangannya, dari target fisik 56,24 persen, realisasi fisik baru tercapai 19,45 persen dan realisasi keuangan cuma 1,37 persen.

Menurutnya, dari dana Bantuan Gubernur ini, ada kegiatan yang tidak dapat dilaksanakan. Yaitu Pembangunan Argowisata Ketep Pass pada Disparpora senilai Rp 1,5 miliar.

Adapun untuk sumber dana DAK murni Tahun Anggaran 2017 sebesar Rp 83 miliar, serapan anggaran sebesar 35 persen dan realisasi fisik 61 persen.

“Dari Dana DAK murni terdapat satu kegiatan yang tidak dapat dilaksanakan yaitu Kegiatan Penataan Kawasan Wisata senilai Rp 2,7 miliar dikarenakan gagal lelang,” katanya.

Sedangkan terkait Pengadaan Barang/Jasa, total kegiatan berdasarkan Rencana Umum Pengadaan (RUP) yang harus dilimpahkan ke ULP pada tahun 2017 sejumlah 220 paket. “Dan perkembangannya cukup bagus karena sudah ada 212 paket pengadaan yang selesai,” paparnya.

Terkait dengan telah disetujuinya Perubahan APBD Tahun Anggaran 2017, Eko mengimbau agar segera dimulai proses pengadaannya. “Untuk pekerjaan konstruksi yang pada umumnya memiliki kompleksitas permasalahan, saya harap kepala SKPD selaku Pengguna Anggaran agar berhati-hati dan cermat pada saat menghadapi akhir tahun anggaran. Perlu adanya ketegasan sikap Pengguna Anggaran agar tidak terjadi keterlambatan penyelesaian pekerjaan melampaui tahun anggaran,” harap dia.

Dia berharap, jangan sampai ada Berita Acara Penyelesaian Pekerjaan fiktif. Di mana pekerjaan belum selesai tapi sudah diserahterimakan karena waktu mepet.

“Bahwa saat ini kita sudah memasuki akhir bulan Oktober 2017, yang berarti bahwa waktu efektif pelaksanaan kegiatan Tahun Anggaran 2017 tinggal kurang lebih 2 bulan. Sedangkan capaian fisik dan keuangan, seperti yang telah sampaikan tadi, masih rendah dan di bawah target yang telah ditetapkan,” kata dia. (vie/ton)