DPUPR Minta Pengelola Tol Perbaiki Jalan

Capek Di-Bully Berbagai Pihak

955
BERBAHAYA : Gundukan cor hasil penambalan jalan yang berlobang oleh pengelola tol di Desa Cegagan Warungasem, menjadikan kondisi jalan berbahaya dan rawan kecelakaan (LUTFI HANAFI/JAWA POS RADAR SEMARANG).
BERBAHAYA : Gundukan cor hasil penambalan jalan yang berlobang oleh pengelola tol di Desa Cegagan Warungasem, menjadikan kondisi jalan berbahaya dan rawan kecelakaan (LUTFI HANAFI/JAWA POS RADAR SEMARANG).

BATANG–Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPU dan PR) Kabupaten Batang capek menjadi sasaran pembulian berbagai kalangan. Karena itu minta dilakukan perbaikan pada pengelola tol Pemalang Batang dan Batang Semarang yang masih enggan memperbaiki jalan rusak akibat poyek tol.

“Kami capek terus di-bully di berbagai tempat baik secara langsung, visa SMS, telepon hingga media sosial. Bahkan kami dibilang tidak becus mengurus jalan. Padahal hal terserbut menjadi tanggung jawab pengelola tol sesuai kesepakatan awal,” kata Kepala DPU PR Kabupaten Batang, Ketut Mariadji, Rabu (25/10) kemarin.

Pihaknya menegaskan bahwa selama ini Pemkab Batang sudah sedemikian rupa dalam membatu proses pembangunan tol karena proyek nasional. Dari awal pembebasan lahan hingga pengondisian warga agar tidak terjadi konflik horisontal. Hingga bantuan ganti rugi agar harga bisa diterima masyarakat. Akan tetapi, sikap pengelola tol seenaknya sendiri, tidak bersikap baik kepada masyarakat dengan perbaikan jalan yang menjadi akses pembuatan jalan tol.

Padahal sesuai dengan MoU, perbaikan jalan akibat proyek tol menjadi tanggung jawab Waskita Karya selaku penangung jawab tol. Akan tetapi hingga kini tidak ada tindakan berarti dari mereka.

“Kalau pada MoU, janjinya manis banget akan diperbaiki seperti semula. Akan tetapi, mereka tidak juga bertindak dengan berbagai alasan, selalu bilang nanti-nanti, padahal masyarakat sangat butuh jalan tersebut,” sesal Ketut.

Menurut Ketut, hal ini harus segera dilakukan, karena jika hingga akhir tahun tidak ada tindakan dari pengelola tol, mereka bisa saja meninggalkan jalan rusak begitu saja. Sesuai klausul, batas waktu penggunanaan jalan umum hanya sampai akhir tahun. “Ketakutan kami, nanti awal tahun mereka meninggalkan jalan rusak begitu saja. Makanya, kami minta jalan segera diperbaiki,” ujar Ketut lagi.

Untuk itu, dalam waktu dekat dengan difasilitasi oleh Satlantas Polres Batang, tim gabungan dari DPU PR, Jasa Marga dan stake holder jalan dan proyek tol akan segera survei jalan rusak akibat pembangunan tol di Batang. Untuk mengkalkulasi perbaikan dan jalur mana yang harus segera dibenarkan.

“Senin besok (30/10/2017) kami akan survei ulang lagi di jalan yang terkena imbas tol. Mana yang sudah diperbaiki dan mana yang belum. Atau sudah diperbaiki malah tetap rusak,” ujarnya lagi.

Menurut Ketut, ada sebagain besar jalan yang ditambal dengan cor beton, namun justru membuat kontur jalan rusak. Karena cor beton lebih tinggi dan bergelombang dari jalan awal. Sehingga pengendara banyak yang menghindari jalan tersebut, sehingga membahayakan pengendara. Karena jika melawan arus, bisa menyebabkan terjadinya kecelakaan.

Sementara itu, Kasatlantas Polres Batang, AKP Adiel Aristo menambahkan, bahwa pihak Polres melalui Lantas memang mencoba mengakomodasi berbagai pihak terkait kepentingan jalan. “Berbagai pihak telah kami kumpulkan, terutama terkait jalan kabupaten yang rusak akibat kendaraan proyek tol. Dan disanggupi oleh Pt Waskita Karya selaku induk proyek, akan memperbaiki jalan. Namun sebelumnya akan survei bersama pada Senin besok,” jelasnya, kemarin. (han/ida)