Bupati Mirna Launching Kampoeng Literasi

1046
LAUNCHING:Bupati Kendal, Mirna Annisa saat meresmikan Kampoeng Literasi Rumah Baca Ceria di Dusun Santren, Desa Pagersari, Kecamatan Patean, Kamis (26/10) (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG).
LAUNCHING:Bupati Kendal, Mirna Annisa saat meresmikan Kampoeng Literasi Rumah Baca Ceria di Dusun Santren, Desa Pagersari, Kecamatan Patean, Kamis (26/10) (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG).

KENDAL– Bupati Kendal, Mirna Annisa, mengingatkan pentingnya literasi. Sebab, menurutnya, seseorang bisa meningkatkan kesejahteraan hidupnya bila memiliki kemampuan literasi. Yakni, tidak sekadar membaca dan menulis, tapi literasi juga untuk menganalisis dan mendekonstruksi suatu permasalahan.

“Dengan Literasi, orang mampu meningkatkan pengetahuan dan ilmu pengetahuan juga keterampilan. Kemampuan literasi perlu diterapkan secara step by step, sehingga setiap individu akan menguasai dan memahami dengan benar setiap skill atau kemampuannya. Sehingga siap untuk melangkah ke tingkatan yang lebih tinggi,” tandas Bupati Mirna saat meresmikan ‘Kampoeng Literasi Rumah Baca Ceria’ di Dusun Santren, Desa Pagersari Kecamatan Patean, Kamis (26/10).

Bupati minta seluruh masyarakat Kendal berjuang untuk memerangi buta aksara. Salah satunya dengan menerapkan gerakan masyarakat membaca.  Dia mengapresiasi dibentuknya Kampoeng Literasi sebagai salah satu cara untuk memerangi buta aksara di Kendal.

Ia berharap, akan tumbuh Kampung Literasi di desa-desa lain di Kendal. Kampung Literasi selain merupakan taman baca masyarakat, juga sebagai sanggar untuk belajar kesenian, tempat pelatihan dan belajar beternak kelinci.

Menurut Bupati Mirna,  walaupun sudah bagus, namun masih perlu dimodifikasi supaya benar-benar bisa menjadi tempat belajar bagi masyarakat. “Ini masih bisa dimodifikasi, misalnya diberi tempat-tempat sampah yang diberi tulisan cuplikan sejarah Kendal, sehingga akan dibaca orang,”ujarnya.

Kepala Bidang Keaksaraan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, Kastum, mengatakan, gerakan literasi yang utama memang harus dimulai dengan membaca dan menulis. Sebab, dengan membaca merupakan gerbang untuk membuka cakrawala dunia. “Mari mulai sekarang membaca untuk masa depan,” katanya.

Kastum menambahkan, kampung literasi merupakan sebuah program dari Gerakan Literasi Nasional yang dicanangkan. Harapannya, bisa memacu desa-desa lain untuk mengikuti gerakan literasi ini.

“Gerakan literasi nasional bertujuan untuk menumbuhkembangkan gemar membaca. Jangan sampai ada masyarakat yang belum bisa baca dan tulis. Termasuk di wilayah Kendal supaya bangsa menjadi cerdas,”  paparnya.

Dari data Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kendal, sebanyak 14.282 orang  atau sekitar 2,82 persen masyarakat Kendal masih buta aksara. Kabupaten Kendal berada di urutan ke-14 dari 35 kabupaten/kota di Jateng dalam peringkat buta aksara. “Ini merupakan tugas yang sangat berat untuk dilakukan,” papar Kastum.

Koordinator Kampung Literasi Rumah Baca Ceria, Munawar, mengatakan, jika masyarakat Pagersari sangat antusias untuk mendukung gerakan gemar membaca. Rumah baca, menurutnya, jadi pemicu  masyarakat untuk mau membaca.  “Selain itu, di rumah baca juga diadakan kegiatan lain. Seperti beternak kelinci, membuat souvenir dan perabotan rumah tangga dari gerabah dan UMKM,” katanya. (bud/adv/aro)