Atasi Penyebab Keguguran Berulang

937
PAPARAN: Pimpinan Cabang Prodia Magelang, Dony Munarko memberikan paparan tentang laboratorium Prodia kepada peserta seminar (IMA CHAFIDZ/JAWA POS RADAR KEDU).
PAPARAN: Pimpinan Cabang Prodia Magelang, Dony Munarko memberikan paparan tentang laboratorium Prodia kepada peserta seminar (IMA CHAFIDZ/JAWA POS RADAR KEDU).

MAGELANG–Keguguran berulang merupakan masalah yang membebani para klinisi atau orang yang berkecimpung dl bidang pengembangan ilmu kedokteran. Sebab, 50 persen etiologi atau penyebabnya belum diketahui.

Satu sisi, sebagian besar keguguran sporadis diduga karena kelainan kromosom. Akibatnya, hingga kini belum ada pengelolaan yang memuaskan. Kasus keguguran berulang diperkirakan terjadi pada 1 persen dan 12-15 persen kejadian keguguran spontan.

“Kejadian sesungguhnya mungkin lebih besar dan akan bertambah dengan meningkatnya usia dan riwayat keguguran sebelumnya,” kata dr. AI Suratman, SpOG(K) pada seminar bagi dokter ahli kebidanan dan kandungan yang digelar di Hotel Grand Artos. Seminar bertema Recurrent Pregnancy Loss: Diagnosis and Management Updates diselenggarakan oleh Laboratorium Klinik Prodia Cabang Magelang bekerja sama dengan Persatuan Obstetri Ginekologi Indonesia (POGI) Komisariat Kedu.

Dokter AI Suratman SpOG(K) berbicara mengenai faktor risiko, penyulit, diagnosis, dan manajemen terkini dalam hal kedokteran dan pemeriksaan laboratorium sebagai pemeriksaan penunjang.

Faktor predisposisi keguguran, di antaranya, karena kelainan genetik, kelainan anatomi, infeksi, kelainan hematologi, kelainan endokrin, kelainan imunologi, lingkungan dan faktor pria. “Bagi pasien yang mengharapkan keturunan, keguguran berulang dapat membuat suasana duka yang berkepanjangan, sehingga dukungan psikologis dan konseling sangat dibutuhkan,” saran dokter Al Suratman.

Keguguran merupakan terhentinya kehamilan secara spontan, sebelum janin dapat bertahan hidup di luar rahim. Yaitu, hingga usia kehamilan 20 minggu. Keguguran dapat terjadi secara acak atau berulang hingga 3 kali berturut-turut.

Sementara itu, Pimpinan Cabang Prodia Magelang, Dony Munarko, dalam paparannya kepada peserta seminar menyampaikan, Laboratorium Klinik Prodia telah menyediakan pemeriksaan-pemeriksaan terkini yang bisa digunakan bagi keperluan mendiagnosis penyebab keguguran berulang, karena kemungkinan penyebabnya banyak. “Bisa karena infeksi toxoplasma, gangguan tiroid, gangguan plasenta atau rahim, atau ada kelainan kromosom,” kata Dony.

Dony menyampaikan, melalui seminar tersebut, diharapkan para dokter memahami perkembangan pemeriksaan laboratorium. “Sekaligus, memanfaatkannya untuk diagnosis secara tepat penyebab keguguran berulang dan melakukan manajemen terbaik, sehingga angka kejadian keguguran berulang dapat ditekan.” (ima/isk)