Longsor, 15 Rumah Rusak

696

WONOSOBO—Bencana longsor dan tanah ambles terjadi di sejumlah titik di Kecamatan Wadaslintang, Kabupaten Wonosobo, Jumat (28/10) malam. Sedikitnya 15 rumah warga rusak. Beruntung kejadian ini tidak sampai menimbulkan korban jiwa.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Wonosobo Prayitno menjelaskan, 2 rumah di Desa Besuki Kecamatan Wdaslintang rusak karena tanah amble. Sementara longsor di sejumlah dusun di Wadaslintang menyebabkan 13 rumah rusak. Rinciannya 7 rumah di Dusun Sipaes, 5 rumah di Dusun Kalisalak dan 1 rumah di Dusun Kesenet.

“Sejumlah rumah tersebut mengalami rusak ringan dan rusak sedang karena tertimpa longsor,” ungkapnya. Selain rumah rusak, ada 16 titik ruas jalan dan 1 jembatan juga mengalami rusak di Wadaslintang.

BPBD Wonosobo bersama relawan dan warga telah melakukan evakuasi dan bergotong-royong membersihkan longsoran. Sebagian warga yang rumahnya rusak, saat ini ditampung di rumah saudaranya.

Tanah ambles juga terjadi di Ngasinan Kecamatan Kaliwiroyang mengakibatkan infrastruktur jalan rusak. “Kami masih melakukan pendataan untuk total kerugian akibat bencana tersebut,” ucapnya.

Sementara itu, ruas dan bahu jalan yang menghubungkan antardesa di wilayah Kabupaten Kebumen, kondisinya memprihatinkan. Tepatnya, ruas jalan yang menghubungkan Desa Kaligending, Kecamatan Karangsambung dengan Desa Krakal, Kecamatan Alian. Ruas jalan terpantau retak. Bahkan, nyaris terbelah. Ruas jalan juga terancam longsor.

Bako Humas BPBD Kebumen Heri Purwoto kepada jurnalis menyampaikan pihaknya memonitor kerusakan tersebut. “Kami sudah mendapatkan laporan dari perangkat desa setempat.” Dikatakan, jalan tersebut juga mengancam 1 rumah warga. “Lokasi tersebut masih dalam proses pendataan dari anggota kami yang sedang melakukan asessment ke lokasi.”

Warga menduga, terbelahnya jalan tersebut akibat tingginya curah hujan yang mengguyur kawasan Kaligending sejak Jumat (27/10) malam. Lokasi jalan yang retak berada di sebelah timur TPA Kaligending. Aris Setiyawan, warga Desa Kaligending, menyampaikan, kondisi jalan cukup membahayakan bagi pengendara motor maupun mobil. Warga berharap, pihak terkait segera melakukan penanganan untuk menghindari kemungkinan terburuk akibat kondisi jalan. (jpg/ton/isk)