Saatnya Belajar sambil Berkreasi Batik

952
Oleh Masitoh, S. Pd SMP IT Harapan Bunda Semarang
Oleh Masitoh, S. Pd SMP IT Harapan Bunda Semarang

Batik merupakan karya nenek moyang yang harus dilestarikan. Batik menjadi kebanggaan bangsa, sebab batik diproses dari olah piker, cita , dan rasa manusia . Lalu bagaimana proses membatik dan upaya untuk melestarikannya?

Membatik bukan hanya kebiasaan, tetapi merupakan seni yang bisa dijadikan sebagai nilai kebudayaan dan keluhuran bangsa. Untuk itu, diperlukan ketekunan, keyakinan untuk berproses membatik. Ini yang menjadikan para pembatik zaman dahulu berproses dengan beragam cara supaya bisa menghasilkan karya batik adiluhung.

Membatik merupakan kegiatan berkarya seni menggunakan bahan lilin yang dipanaskan dan menggunakan alat canting atau kuas untuk membuat pola gambar atau motif yang dioleskan di atas selembar kain. Ada beberapa teknik untuk membatik diantaranya membatik dengan canting tulis, membatik dengan teknik celup ikat, dan membatik dengan teknik coletan.

Keterampilan membatik perlu diajarkan di sekolah. Siswa di sekolah memiliki kesempatan yang cukup untuk mewarisi nilai budaya, termasuk membatik. Maka keterampilan membatik harus didukung sekolah dan gurunya. Guru yang dilibatkan juga harus menguasai kurikulum dan teknik mengajarnya. Sehingga proses membatik menjadi proses pendidikan yang diharapkan bisa melatih siswa, dengan bekal untuk masa depannya.

Untuk proses pembelajaran mata pelajaran Prakarya kelas 8 di SMP IT Harapan Bunda Semarang aspek kerajinan yaitu membatik menggunakan teknik celup ikat atau sering disebut dengan batik jumputan. Batik jumputan adalah batik yang dikerjakan dengan cara ikat celup, di ikat dengan tali di celup dangan warna. Batik ini tidak menggunakan malam tetapi kainnya diikat atau dijahit dan dikerut dengan menggunakan tali.

Ada dua teknik membuat batik jumputan, yaitu yang pertama teknik ikat dan yang kedua teknik jahitan. teknik ikatan adalah Bagian yang di ikat kencang, pada saat dicelup tidak terkena warna, sehingga setelah ikatannya dilepas akan terbentuk gambarnya, sedangkan teknik jahitan adalah kain diberi pola terlebih dahulu lalu dijahit dengan menggunakan tusuk jelujur pada garis warnanya dengan menggunakan benang atau tali rafia, lalu benang atau tali rafia tersebut ditarik kuat sehingga kain berkerut serapat mungkin.

Pada waktu dicelup benang yang rapat akan menghalangi warna masuk ke kain. Dalam proses pewarnaan batik jumputan, jaman dahulu zat pewarna yang digunakan berasal dari alam. Namun dengan berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi zat pewarna alami mulai di tinggalkan hal ini terjadi karena pewarna sintesis memiliki jumlah warna yang hampir tak terbatas, selain itu proses pewarnaan alam juga lebih rumit dari pada pewarna sintesis.

Alat dan bahan yang digunakan dalam membatik jumputan adalah suntikan, karet gelang, kelereng, baskom, botol bekas, pengaduk, panci/ dandang besar, kompor, pewarna sintetis (Naptol), garam, cuka, air panas, air dingin, dan yang terakhir adalah kain. Biasanya kain yang sering digunakan adalah kain mori jenis primissima. Selain mori dalam pembuatan batik jumputan juga bisa menggunakan kain katun dan kain sutra. Jenis kain ini lembut dan memiliki daya serap yang tinggi sehingga memudahkan proses pengikatan dan pencelupan.

Ada juga beberapa jenis kain yang sifatnya tidak cocok untuk proses teknik celup ikat, diantaranya kain dari benang rayon atau kain yang mempunyai permukaan yang terlalu licin dan kain yang terlalu kaku atau keras serta tidak memiliki daya serap yang memadai. Dalam proses pembuatan batik jumputan peserta didik dibebaskan untuk menciptakan motif atau desain sesuai dengan inovasi dan kreatifitas mereka. Sehingga pembelajaran ini sangat menyenangkan dan menambah pengetahuan tentang membatik. Tujuan dari proses pembelajaran ini adalah agar anak-anak mencintai batik karena batik merupakan salah satu seni terapan Nusantara yang menjadi ciri khas kebanggaan Indonesia.

Proses membatik melalui proses pengikatan, proses pewarnaannya menggunakan botol sebaagai alatnya, proses melepaskan ikatan menggunakan suntikan, dan proses melepaskan ikatan setelah pewarnaan.