SD N Kaliboyo Diusulkan Masuk Cagar Budaya 

867
SANTUNAN : Bupati Batang Wihaji saat menyerahkan santunan sosial kepada guru SD Kaliboyo yang sudah purna tugas (Lutfi Hanafi /Jawa Pos Radar Semarang).
SANTUNAN : Bupati Batang Wihaji saat menyerahkan santunan sosial kepada guru SD Kaliboyo yang sudah purna tugas (Lutfi Hanafi /Jawa Pos Radar Semarang).

BATANG – Berumur satu abad lebih,  gedung SD Negeri (SD N) Kaliboyo di Kecamatan Tulis, Batang, akan dimasukkan  sebagai bangunan  cagar budaya. Usulan tersebut disetujui oleh Bupati Batang Wihaji saat hadir dalam acara peringatan 100 Tahun berdirinya SD N Kaliboyo, pada Sabtu (28/10) malam.

“Sebagian gedung SD N Kaliboyo merupakan peninggalan penjajahan Belanda, yang usianya mencapai 100 tahun sehingga diusulkan sebagai cagar budaya,” ucap Wihaji.

Untuk itu bupati perintahkan kepada Dinas Pendidikan Kebudayaan untuk membantu proses dan melengkapi persyaratan, agar SD N Kaliboyo bisa masuk dalam bagian dari bukti sejarah pendidikan di Indonesia.

Bupati Batang Wihaji mengatakan,  peringatan 100 tahun bisa menjadi roh dan bukti cintanya alumni SD N Kaliboyo kepada  pendidikan. Sehingga dunia pendidikan terutama di Kecamatan Tulis dapat lebih baik dari segi sarana dan prasarana maupun prestasi. Mendapatkan pendidikan dasar menjadikan kewajiban bagai masyarakat Kabupaten Batang.

Ketua Panitia Peringatan Wahyu Sutejo mengatakan masyarakat dan alumni SD berharap bahwa gedung sekolah SD N Kaliboyo dapat masuk dalam situs cagar budaya.

“SD Kaliboyo lahir pada tahun 1917, dan kini berumur 100 tahun lebih. Bahkan gedung peninggalan penjajahan Belanda masih utuh dan masih dipergunakan untuk belajar mengajar. Kami berharap dapat masuk cagar budaya,” ujar pria yang juga merupakan Kepala Desa Kaliboyo ini.

Dalam peringatan satu abad SD Kaliboyo kemarin juga dimeriahkan dengan pagelaran wayang kulit, jalan sehat, penyerahan santunan yatim piatu dan memberikan penghargaan kepada guru yang sudah purna tugas. (han/zal)