Tolak Usulan Niali UMK

768
INGIN SEJAHTERA: Sejumlah buruh menggelar aksi unjuk rasa menolak usulan kenaikan UMK 2018 yang telah beredar (MUKHTAR LUTFI/JAWA POS RADAR KEDU).
INGIN SEJAHTERA: Sejumlah buruh menggelar aksi unjuk rasa menolak usulan kenaikan UMK 2018 yang telah beredar (MUKHTAR LUTFI/JAWA POS RADAR KEDU).

MUNGKID—Usulan kenaikan Upah Mininum Kabupaten (UMK) 2018 mulai mendapat penolakan dari kalangan buruh. Mereka menggelar unjuk rasa di halaman Pemkab Magelang, akhir pekan lalu. Unjuk rasa diikuti ratusan buruh. Mereka tergabung dalam Federasi Kesatuan Serikat Pekerja Nasional (FKSPN). Massa menilai, usulan UMK Magelang 2018 Rp 1.748.000 belum layak.

“Meski naik dari UMK 2017 sebesar Rp 1.549.000, kami menolak rencana UMK tersebut,” ungkap Ketua DPD FKSPN, Rahmad Irianto. Alasannya, lanjut Rahmad, karena FKSPN tidak pernah diajak ikut dalam perundingan besaran UMK.

Rahmad mengklaim, FKSPN sudah melakukan survei di beberapa pasar di Magelang pada Oktober 2017. Hasil survei muncul angka Rp 1.859.504 dan secara nasional inflasi sebesar 3,72 persen dan PDRB sebesar 4,99 persen. ”Dari perhitungan tersebut, nilai KHL, inflasi dan PDRB, maka didapat nilai UMK Rp 2.021.467 yang menjadi usulan UMK dari FKSPN.”

Rombongan buruh berasal dari lima perusahaan usaha di Kabupaten Magelang itu juga menuntut bertemu Bupati Magelang Zaenal Arifin S.IP. “Kami menuntut bertemu Bupati Magelang untuk audensi dan menyampaikan usulan kami.” FKSPN, lanjut Rahmad, berjanji akan mengawal usulan tersebut hingga ke Provinsi dan Gubernur Jawa Tengah. “Gubernur juga harus tahu dan ikut memberi masukan ke Pemkab Magelang,” katanya.

Sebanyak 10 perwakilan ditemui oleh Asisten II Setda Agung Trijaya, didampingi Kepala Dinas Disnakertransos, Endot Sugianto, di ruang Cemerlang Pemkab.

Agung Trijaya menyampaikan, usulan dari FKSPN akan diterima dan segera sampaikan ke bupati. ”Kami akan sampaikan masukan FKSPN dan akan kami kaji ulang secepatnya.” Ia meminta FKSPN bersabar, karena usulan besaran UMK 2018 ada aturan dan prosedurnya. “Tidak bisa langsung memutuskan.” (vie/isk)