Ratusan Warga Terjangkit Malaria

528

PURWOREJO—Sedikitnya 231 warga yang tinggal di kawasan perbukitan Menoreh, Kabupaten Purworejo, menderita malaria sepanjang 2017. Penderita terbanyak berada di Kecamatan Bagelen dan Kemiri. Kepala Seksi Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan (Dinkes) Purworejo Triyo Dermaji mewakili Kepala Dinkes dr Kuswantoro MKes kepada wartawan menyampaikan, serangan di dua wilayah itu selalu diawali kasus impor. “Puskesmas Dadirejo dan Kemiri penyumbang pasien terbanyak.”

Dikatakan, kasus bermula dari kepulangan warga terinfeksi malaria dari daerah endemis di luar Jawa. Namun, warga bersangkutan tidak memeriksakan darahnya ke bidan desa atau Puskesmas. Akhirnya, nyamuk anopeles di desa setempat menularkan penyakit tersebut.

Penanganan wabah penyakit tersebut, dilakukan dengan melakukan penjaringan darah massal atau ‘mass blood survey’ (MBS). Petugas memberi obat kepada warga yang positif terinfeksi plasmodium malaria. Upaya lainnya, membagikan kelambu untuk ribuan kelompok tidur di desa terserang. 2017, pihaknya mendapatkan bantuan 25 ribu kelambu dari Pemerintah Provinsi Jateng. Rencananya, kelambu-kelambu itu akan dibagikan bagi warga di 24 desa. “Tahun lalu sudah dapat 30 ribu kelambu.”

Selain dua upaya tersebut, Dinas Kesehatan juga melaksanakan penyemprotan metode indoor residual spraying (IRS). Sasarannya, sekitar 6.000 rumah. Penyemprotan dilakukan di Desa Plipiran, Kecamatan Bruno;, Durensari Bagelen, Jatirejo; dan Sudorogo Kaligesing, Benowo; Juga di Desa Cacaban Kidul Bener, Wonotopo Gebang di Girijoyo dan Wonosuko Kemiri.

Di tempat yang sama, Kepala Bidang Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) dr Darus menambahkan, malaria dapat dicegah dengan mengurangi kegiatan di luar rumah pada malam hari. Yakni, dengan menggunakan obat oles antinyamuk. Dikatakan, kebiasaan buang air besar sembarangan (BABS) yang dilakukan sejumlah warga di kebun atau kakus pada malam hari, berpotensi meningkatkan penularan malaria.

Penelusuran di desa yang telah bebas BABS menyimpulkan terjadi penurunan serangan malaria. “Di Desa Polowangi Pituruh, kepala desanya bilang sudah tidak ada serangan malaria setelah masyarakat bersepakat tidak BAB sembarangan.” (jpg/isk)