4.024 Anak Tidak Sekolah

627

KENDAL – Tingkat angka anak tidak sekolah (ATS) di Kabupaten Kendal tahun ini ternyata cukup besar. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kendal, mencatat ada 4.024 ATS. Angka tersebut menempatkan kabupaten yang berbatasan langsung dengan Semarang dan Batang, ini di peringkat kedua di Jawa Tengah dalam hal dunia pendidikan yang usia wajib belajar tidak terpenuhi.

Kasi kelembagaan Sarpras PAUD dan PNF Disdikbud Kendal, Alwi mengatakan, Kendal menduduki peringkat kedua di Jawa Tengah, sementara peringkat pertama disandang Kabupaten Brebes. Usia ATS di Kendal sendiri direntan usia 14 – 16 tahun.

“Anak tidak sekolah, didominasi range usia antara 14 -16 tahun atau setara Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA),” katanya kemarin.

Ia menerangkan, faktor utama ATS adalah permasalahan ekonomi, kurangnya perhatian orang tua, serta akses sekolah serta perilaku dari anak itu sendiri yang minat belajarnya kurang.

“Salah satu faktor yang paling tinggi adalah kurangnya perhatian orang tua pada anak. Pasalnya banyak orang tua yang ada di Kendal bekerja di luar negeri atau menjadi TKI,” jelasnya.

Untuk mengurangi tingginya ATS, Disdikbud sebenarnya telah menyediakan ujian kejar paket, namun dalam kenyataan banyak masyarakat Kendal yang hanya sekadar mendaftar tanpa melanjutkan ujian kejar paket.

Sementara itu, Bupati Kendal Mirna Anissa saat ditemui Jawa Pos Radar Semarang disela-sela kegiatannya mengaku kaget mengetahui ATS di Kendal berada pada peringkat kedua se Jawa Tengah dengan rincian 4.024 anak. “Saya belum tahu itu, masak iya anak tidak sekolah sebanyak itu,” tanyanya.

Pihaknya akan segera menanyakan hal tersebut kepada Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kendal, Agus Rifai dalam waktu dekat. “Nanti akan saya tanyakan apakah data itu benar,” tuturnya.

Hal senada, Ketua DPRD Kendal Prapto Utono saat dikonfirmasi terkait tingginya anak tidak sekolah di Kabupaten Kendal juga kaget dan juga mengaku belum mengetahuinya dan akan mencari informasi dan jika benar akan mempelajari terlebih dahulu. “Saya belum tahu, nanti akan saya cari informasi hal tersebut,” tambahnya. (den/zal)