Diduga KDRT, Anggota DPRD Jateng Dipolisikan

961
LAPORKAN SUAMI: Retno Pujiyanti didampingi kerabatnya saat melapor di SPKT Polrestabas Semarang lalu. (M HARIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
LAPORKAN SUAMI: Retno Pujiyanti didampingi kerabatnya saat melapor di SPKT Polrestabas Semarang lalu. (M HARIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG- Seorang anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah berinisial FY, 40, warga Jalan Durian Raya, Kelurahan Pedalangan, Kecamatan Banyumanik dilaporkan ke Polrestabes Semarang. Pelaporan ini terkait dugaan kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT).

Politisi Partai Demokrat yang duduk menjadi anggota Komisi B DPRD Jateng ini dilaporkan oleh istrinya, Retno Pujiyanti, warga Pedalangan, Banyumanik di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polrestabes Semarang, Senin (13/11) lalu.

Di hadapan petugas, Retno menjelaskan, peristiwa KDRT itu dialami  saat berada di rumah Jalan Kalipepe, Pudakpayung, Banyumanik, Minggu (12/11) lalu. Berawal, saat FY yang turun dari mobil lalu masuk ke dalam rumah dan memukul Retno.

“Saya dipukul pakai tangan kosong hingga mengalami memar pada wajah,” ungkap Retno saat memberikan keterangan di hadapan petugas SPKT Polrestabes Semarang, kemarin.

Namun Retno enggan membeberkan secara detail terkait permasalahanya dengan FY. Hingga akhirnya, Retno diarahkan ke Bagian Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polrestabes Semarang.

Pengaduan ini Retno telah tertulis dalam surat tanda bukti pelaporan pengaduan, Senin (13/11) pukul 14.30. Berdasarkan rekomendasi nomor: Rekom/59/XI/2017 Tanggal 13 Nopember 2017. Akibat perbuatannya, terlapor dianggap melanggar UU RI No 23 Tahun 2004 terkait KDRT.

Terlapor FY ketika akan dikonfirmasi atas laporan ini tidak memberikan jawaban. Saat dihubungi melalui telepon dan pesan singkat tidak merespons.

Sementara itu, menanggapi adanya pengaduan tersebut, Kasat Reskrim Polrestabes Semarang AKBP Wiyono Eko P mengatakan, pihaknya akan mendalami terlebih dahulu terhadap pengaduan ini sebelum melangkah ke proses berikutnya. “Kita dalami dulu permasalahannya apa, nanti kita tindaklanjuti,” katanya singkat.

Seorang anggota Badan Kehormatan (BK) DPRD Jateng yang keberatan ditulis namanya mengaku belum menerima laporan adanya dugaan KDRT yang dilakukan oleh oknum anggota dewan. “Oke, berarti tak siap-siap dulu kalau gitu, Mas,” ucapnya. (mha/fth/aro)