TPKS Gaet Pelaku Industri Jateng-DIY

737

SEMARANG – Terminal Peti Kemas Semarang (TPKS) bersama PT Kereta Api Indonesia (KAI) dan sejumlah instansi terkait menggelar roadshow to customer kepada para pelaku usaha di area Jateng-DIY, kemarin. Roadshow ini guna mengenalkan berbagai potensi arus barang melalui Pelabuhan Tanjung Emas.

Manager Operasi dan Komersial Pelindo III-TPKS, Hermani Gunawan mengatakan, geliat perekonomian di Jawa Tengah dan DIY perlahan terus menunjukan tajinya. Hal ini terlihat dari pertumbuhan domestik regional bruto (PDRB) khususnya di wilayah DIY. Perekonomian DIY pada triwulan III tahun 2017 tumbuh 5,41 persen lebih tinggi dibanding pertumbuhan pada periode  yang sama tahun 2016 sebesar 4,95 persen.

“Dengan adanya pertumbuhan tersebut, secara langsung maupun tidak akan mempengaruhi pola arus distribusi barang khususnya di wilayah Pulau Jawa,” ujarnya di sela roadshow di Disperindag DIY, kemarin.

Namun begitu, ucapnya, saat ini pengiriman barang dari dan ke wilayah Jateng-DIY masih didominasi melalui Pelabuhan Tanjung Perak dan Pelabuhan Tanjung Priok. Padahal jika dilihat dari sisi geografis Pelabuhan Tanjung Emas Semarang adalah pelabuhan yang letaknya sangat strategis.

“Pelindo III melalui Terminal Petikemas Semarang (TPKS) dan Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, memiliki potensi untuk menjadi pelabuhan utama sebagai pintu gerbang perdagangan provinsi Jawa Tengah dan DIY, penyeimbang antara Pelabuhan Tanjung Perak dan Pelabuhan Tanjung Priok,” ujarnya.

Secara geografis posisi TPKS berada diantara dua pelabuhan besar yaitu Pelabuhan Tanjung Priok dan Pelabuhan Tanjug Perak. Dengan mengamati posisi TPKS yang berada di tengah dua pelabuhan tersebut, harapannya TPKS dapat menjadi pilihan pengiriman komoditi baik ekspor maupun impor di daerah Jawa Tengah dan DIY serta mampu menarik komoditi di wilayah perbatasan Jawa Timur dan Jawa Barat.

“Dengan kapasitas TPKS yang di tahun 2018 mampu menampung 1juta TEUs, maka kami harap para pelaku usaha khususnya di Jateng dan DIY dapat melanjutkan aktivitas bisnisnya melalui TPKS,” ujarnya.

Untuk mendukung hal tersebut pihaknya telah melakukan sejumlah upaya. Diantaranya bekerjasama dengan PT KAI melakukan reaktivasi rel kereta api petikemas dengan rute Semarang Tawang-Pelabuhan Tanjung Emas-TPKS dan berakhir di Solo-Jebres. Selain itu juga melalui sistem teknologi yang canggih, TPKS memantapkan posisi menjadi terminal automatisasi, hal ini terbukti dengan adanya online system, gate automation, OCR (optical character recognition) perekaman data fisik petikemas,  RFID, CCTV serta penambahan A-RTG (Automated-Rubber Tyred Gantry) menjadi 20 Unit dari 11 unit yang telah dimiliki TPKS sebelumnya.

“Kegiatan ini merupakan salah satu media komunikasi yang dapat dilakukan manajemen guna mengukur kebutuhan eksporter maupun importer khususnya untuk mendorong laju perekonomian Jateng-DIY serta sebagai wujud apresiasi TPKS terhadap kontribusi yang telah diberikan pengguna jasa kepada TPKS,” ujarnya. (dna/ric)