Wamenkeu Sidak Penggunaan DAK

642
CEK PENGGUNAAN: Wamenkeu Mardiasmo (kedua dari kanan) bersama Wabup Semarang Ngesti Nugraha (paling kanan) saat peninjauan SDN 1 Kalongan, kemarin. (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
CEK PENGGUNAAN: Wamenkeu Mardiasmo (kedua dari kanan) bersama Wabup Semarang Ngesti Nugraha (paling kanan) saat peninjauan SDN 1 Kalongan, kemarin. (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

UNGARAN – Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) RI Mardiasmo menyidak penggunaan Dana Alokasi Khusus (DAK) Pendidikan yang digunakan untuk rehabilitasi sekolah di Kabupaten Semarang, Kamis (16/11). Kali ini yang menjadi sasaran sidak yaitu SDN 1 Kalongan Kecamatan Ungaran Timur. Dalam sidak tersebut diketahui DAK Pendidikan digunakan untuk perbaikan tiga lokal kelas di sekolah tersebut.

Mardiasmo mengatakan, pemerintah akan terus memberikan perhatian pada peningkatan mutu pelayanan pendidikan dasar di tanah air. Salah satunya dengan menyiapkan DAK yang akan disalurkan ke kabupaten/kota sesuai dengan proposal yang dikirimkan.

“Perbaikan ruang kelas yang rusak dapat memanfaatkan DAK daripada meminta sumbangan dari orang tua yang dapat memberatkan mereka,” kata Mardiasmo. Salah satunya rehab berat dan sedang lokal kelas di SD Negeri 1 Kalongan ini.

Mardiasmo ingin melihat langsung sejauh mana pemanfaatan dana alokasi khusus dari pemerintah itu. Bahkan dana itu mampu menjadi stimulan bagi sekolah untuk meningkatkan mutu bangunan sekolah. “Terbukti tiga lokal kelas di sini dapat dibangun lebih baik. Sehingga anak-anak dapat belajar dengan nyaman,” katanya.

Kepala SDN 1 Kalongan Rusdiharto yang memandu peninjauan Wamenkeu menjelaskan DAK yang diterimanya sebesar Rp 250 juta. Dana itu itu digunakan untuk melakukan perbaikan dua lokal kelas yang rusak berat senilai masing-masing Rp 100 juta. Sedangkan sisanya untuk perbaikan satu lokal kelas rusak ringan. “Awal November ini pencairan dana termin ketiga telah selesai. Harapannya pada bulan ini juga lokal kelas yang diperbaiki sudah selesai dan bisa dimanfaatkan untuk kegiatan belajar mengajar,” tuturnya.

Selain meninjau perbaikan lokal kelas SD, Wamenkeu juga meninjau peningkatan jalan desa dengan rabat beton yang dibiayai dana desa Kalongan. Dipandu Kades Kalongan Yarmuji, Mardiasmo menyusuri jalan desa yang telah diperbaiki meski diguyur gerimis. Dia mengaku puas dengan pemanfaatan dana desa yang juga mampu menarik swadaya masyarakat.

Sementara itu Wakil Bupati Semarang Ngesti Nugraha yang juga ikut dalam sidak tersebut mengungkapkan, pada 2017 ini Kabupaten Semarang menerima DAK untuk pembangunan fisik senilai Rp 81,8 miliar. Jumlah itu tersebar beberapa kecamatan untuk sektor pendidikan, kesehatan dan infrastruktur jalan. Meski dibandingkan tahun lalu nilai DAK tahun ini menurun, namun seluruh alokasi telah dapat diserap termasuk penyelesaian administrasinya.

“Secara keseluruhan perjalanan penyerapan DAK kita tahun ini lebih lancar. Kita berharap tahun depan dapat meningkat untuk mendukung pembangunan berbagai sektor yang tidak ter-cover oleh APBD Kabupaten Semarang,” katanya. (ewb/ton)