Edukasi Anti Bullying Sejak Dini

1569
STOP BULLYING: Para siswa SD di Tembalang dan Banyumanik, mendapat sosialisasi dan edukasi tentang anti bullying oleh mahasiswa D3 Hubungan Masyarakat, Undip, Jumat (17/11). (AFIATI TSALITSATI / JAWA POS RADAR SEMARANG)
STOP BULLYING: Para siswa SD di Tembalang dan Banyumanik, mendapat sosialisasi dan edukasi tentang anti bullying oleh mahasiswa D3 Hubungan Masyarakat, Undip, Jumat (17/11). (AFIATI TSALITSATI / JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Tingkat bullying di Indonesia mencapai 87,5 persen. Atas fakta tersebut, sejumlah mahasiswa program studi D3 Hubungan Masyarakat Universitas Diponegoro (Undip) menggelar edukasi dan sosialisasi anti bullying kepada siswa SD.

Kegiatan dilaksanakan di SD N Tembalang serta SD N Srondol Wetan 3, Banyumanik. Kegiatan ini bertemakan Me vs Bullying dan Spread The Love By Having Fun. Kegiatan tersebut juga dalam rangka memperingati Hari Anak Se-Dunia pada bulan November ini.

“Kami juga sempat melakukan penelitan dengan menyebar kuesioner, respondennya siswa kelas 5 dan 6 ada sekira 60an, dan dari situ hasilnya juga bullying masih dirasakan siswa,” ungkap Ayen Yenli Pandiangan selaku ketua Spread The Love By Having Fun, usai acara, Jumat (17/11).

Ayen –sapaan mahasiswi semester 3 ini mengatakan, berharap kegiatan edukasi ini bisa menurunkan kasus bullying di lingkungan SD.

Sementara, di SDN Temabalang, yang diikuti 120 siswa terdiri dari kelas 6 dan kelas 5 ini dihadiri Ilma Patriani selaku perwakilan dari Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana yang menjelaskan tentang jenis bullying dan bagaimana dampaknya bagi korbannya serta penampilan Nabila Fauziah Gardita selaku puppeter (boneka tangan).

“Misalnya memanggil teman bukan dengan namanya melainkan dengan sebutan yang lain, seperti ciri fisik yang ada pada temannya. Karena korban bullying sulit untuk mengungkapkan apa yang dialaminya, maka guru sebagai orang tua kedua harus peka apabila menemukan indikasi bullying pada murid-muridnya,” ujarnya.

Penanggung jawab kegiatan Me vs Bullying, Prasasti mangatakan jika rangkaian dari kegiatan ini memberikan pemahaman kepada siswa-siswi bahwa bullying dapat berakibat fatal. Penyampaian pesan dilakukan melalui permainan dan menulis harapan yang disematkan pada “Pohon Serba Tahu”.

“Dengan adanya kegiatan ini, bullying di SD N Tembalang bisa berkurang khususnya bullying verbal dan menggantikannya dengan melakukan hal positif, “ pungkasnya. (tsa/zal)