Hendi Pastikan Genangan Banjir Teratasi

519
RESPONS CEPAT: Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi saat berinteraksi dengan siswa SD Negeri 3 Karangayu di sela memantau kondisi SD yang menjadi langganan banjir. (Humas Pemkot for Jawa Pos Radar Semarang)
RESPONS CEPAT: Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi saat berinteraksi dengan siswa SD Negeri 3 Karangayu di sela memantau kondisi SD yang menjadi langganan banjir. (Humas Pemkot for Jawa Pos Radar Semarang)

SEMARANG- Hujan deras yang mengguyur Kota Semarang, Kamis (16/11) malam, menyebabkan beberapa titik tergenang air. Pemerintah Kota Semarang pun bergerak cepat melakukan penanganan. Mulai dengan meninggikan parapet sungai hingga mengaktifkan puluhan pompa di titik-titik yang tergenang. Alhasil, sejumlah genangan berhasil surut dan kering.

Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, mengatakan, jika upaya penanggulangan yang cepat tersebut dilakukan, karena warga aktif melaporkan kondisi yang terjadi di lingkungannya, baik melalui sosial media maupun sistem Lapor Hendi.

“Kemarin malam langsung saya cek bagaiman respons sedulur-sedulur atas laporan masyarakat. Ternyata sudah berjalan baik, tapi tentu ini tetap menjadi evaluasi penting,” jelas Hendi, sapaan akrab Hendrar Prihadi.

Hal tersebut diungkapkannya kala mengecek salah satu titik genangan yang dilaporkan masyarakat, yakni di sekitar SD Negeri Karangayu 3 Semarang. “Memang harus kita cek satu per satu, karena penyebab terjadinya genangan bisa berbeda-beda,” kata Hendi.

“Misalnya di sini, setelah saya cek ternyata permasalahannya kondisi jalan lebih tinggi dan saluran sekunder tidak berfungsi baik,” ujarnya.

Dalam tinjauannya, Hendi juga menyempatkan berinteraksi dengan sejumlah murid di SD tersebut. Ia menanyakan terkait proses belajar-mengajar saat terjadi genangan. Apakah terganggu? Sejumlah siswa pun berharap pemerintah kota segera melakukan penanggulangan agar para siswa dan pengajar bisa nyaman mengajar saat hujan turun.

Sedangkan terkait genangan yang terjadi di Jalan Sawah Besar dan Kaligawe, Hendi menjelaskan disebabkan air sungai Banjir Kanal Timur (BKT) meluap. “Karena air sungainya meluap, kita langsung lakukan peninggian parapet serta penyedotan air menggunakan pompa sebagai upaya penanggulan,” katanya.

Di sisi lain, untuk memaksimalkan upaya penanggulangan banjir di Jalan Sawah Besar tersebut, Hendi mengupayakan agar normalisasi BKT segera dimulai. “Jika melihat kondisi saat ini, pertengahan Desember tahun ini seharusnya sudah bisa dimulai, karena proses lelang sudah selesai, dan tanda tangan kontrak juga sudah dilakukan. Tinggal menunggu izin dari Kementerian Keuangan untuk dapat dilaksanakan,” tegas Hendi.

Hal tersebut diamini Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Semarang, Iswar Aminuddin. Ia bahkan mengatakan terus berkomunikasi dengan BBWS Pemali Juana terkait normalisasi BKT. “Terus kita laporkan kepada Pak Wali perkembangannya, karena sudah sangat mendesak, sehingga kami diminta untuk terus mengawal,” ujar Iswar. (zal/aro)