Warga Miskin Dapat Santunan e-Sakti

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

BATANG-Keluarga miskin yang meninggal dunia di Kabupaten Batang, sejak 25 Oktober lalu, mendapatkan santunan sebesar Rp 1 juta. Untuk mempermudah dan mengawal agar santunan dilakukan dengan tepat, Pemkab Batang melakukan launching aplikasi elektronik Santunan Kematian (e-Sakti).

Menurut Bupati Batang, Wihaji, santunan e-Sakti dianggarkan pada APBD 2017 Perubahan sebesar Rp 2 miliar. “Aggaran 2 milyar sebagai antisipasi untuk 1 hari terdapat 20 orang meninggal,” jelas Wihaji saat Launching aplikasi terbaru tersebut di Aula Pemkab Batang, Jumat (17/11) kemarin.

Adapun yang mendapatkan santunan yaitu warga yang sudah terdaftar pada BDT (Basis Data Terpadu). Sedangkan yang belum masuk pada BDT dapat mendaftar melalui TIM pendataan. Syaratnya harus sesuai dengan kriteria, yakni atap, lantai, dinding rumah warga tidak permanen. “Bayi yang meninggal dunia tetap dapat santunan, jika dalam KK tersebut termasuk dalam golongan keluarga miskin,” jelas Wihaji.

Untuk itu, bupati berharap masyarakat dapat memanfaatkan aplikasi tersebut untuk mempercepat pencairan santunan. Sedangkan tim dari Dinas Sosial Pemkab Batang, dapat membantu pendataan keluarga miskin yang belum masuk atau belum terdaftar pada data.

Kepala Dinsos Kabupaten Batang, Sugiatmo mengatakan bahwa sebelum diadakan launching e-Sakti, Dinsos telah mengadakan pelatihan secara teknis kepada kepala desa selama tiga hari. “Karena ini merupakan hal baru, mereka harus mengikuti pelatihan secara teknis sebagai operator aplikasi, terutama bagi aparatur desa dan kelurahan,” jelasnya.

Jika semua aparat desa paham dengan aplikasi ini, katanya, pengajuan dana kematian ke Pemkab Batang akan jauh lebih mudah. Selain transparan, bantuan juga bisa tersalurkan dengan tepat. (han/ida)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -